Kendalikan Polusi Udara, DPR Minta Menkes Kampanye Masker Sampai Percepat Pindah ke IKN

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto mengusulkan beberapa langkah untuk mengendalikan polusi udara Jakarta kepada Kementerian Kesehatan dalam rapat kerja di DPR. Salah satunya, meminta pemerintah untuk mempercepat perpindahan ibu kota negara (IKN). 

Awalnya, Edi meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kampanye masker secara masif kepada masyarakat guna mengatasi dampak buruk polusi udara di Jakarta. 

“Menurut saya, Pak Menteri perlu kampanye masker secara masif ini. Pak Menkes belum ada upaya pemakaian masker. Kalau jaga jarak, cuci tangan, itu kan COVID-19,” ujar Edy di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 30 Agustus. 

Secara teori, lanjut politikus PDIP itu, pengendalian polusi udara memang dilakukan dengan menghemat emisi industri kendaraan bermotor serta pengendalian debu. Namun kenyataannya, kata Edy, upaya itu sulit diimplementasikan.

Edy lantas mengusulkan agar pemerintah secepatnya mengurus pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. "Atau percepatan pindah IKN," kata Edy. 

Edy juga mengusulkan memanggil Rara pawang hujan yang pernah dipakai Indonesia dalam acara MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 2022 lalu. Menurutnya, hujan dapat menurunkan tingkat keparahan polusi udara yang dapat menimbulkan ISPA. 

 

"Kita tinggal nunggu pawang hujan ini ya. Jakarta hujan ISPA turun ini, tapi kalau enggak ada hujan ya ISPA terus," kata Edy lagi. 

 

"Ini polusi udara di Jakarta bisa terkendali atau ngundang pawang hujan yang dulu di Sirkuit Mandalika itu kita bawa ke Jakarta biar hujan. Lalu polusi udaranya terkendali,” tambahnya. 

 

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin merekomendasikan masyarakat agar menggunakan masker berjenis KF94 atau KN95 sebagai proteksi terhadap polusi udara. 

 

"Jadi pakai masker apa yang bisa nyaring PM2,5 karena ini paling kecil. Kalau ibu Feli pakai masker ya silakan bu, tapi pakainya yang KF94 atau KN95," kata dalam Raker di Komisi IX DPR, Rabu, 30 Agustus. 

"Saya juga kasih tahu kalau dari luar, tapi beda cuma 10 Jadi kalau di luar 100, Jadi di dalem 90, percuma aja, jadi lebih baik ibu pasangin itu tuh apa air purifier yang ada PM 2,5, DPR bisa dipasang itu. Beli enggak terlalu mahal kok," imbuhnya.