Jemaah Diminta Pakai Kain Ihram dari Penginapan Jelang Miqot

JAKARA - Jemaah calon haji Indonesia yang berada di Madinah diminta memakai kain ihram bagi laki-laki, sejak dari penginapan atau hotel masing-masing, sehingga dapat menghemat waktu saat mengambil miqot di Bir Ali dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah.

"Miqot di Bir Ali dibatasi 30 menit, oleh karena itu kami mengimbau mandinya dan memakai kain ihrom di hotel masing-masing dengan ketentuan pakaian tidak berjahit bagi laki-laki dan wanita pakai pakaian seperti biasa untuk ihram dan diusahakan sudah berwudlu agar menghemat waktu," kata Kepala Daerah Kerja Madinah Zaenal Muttaqin, di Madinah dilansir ANTARA, Rabu, 31 Mei.

Dijadwalkan mulai Kamis, 1 Juni, jemaah haji asal Indonesia akan berangkat dari Madinah ke Mekkah untuk menjalankan umrah wajib dengan miqat di Bir Ali. Diperkirakan waktu tempuhnya dari Madinah ke Bir Ali sekitar 15 menit dan apalagi ada yang batal, maka bisa mengambil wudlu di Bir Ali.

"Bagi jemaah sehat dan kondisinya memungkinkan untuk shalat sunat silahkan, tetapi bagi yang lansia dan kurang sehat, maka niat ihramnya di bus. Bahkan saat jamaah lupa niat dan bus jalan, maka selama masih dalam wilayah Bir Ali atau dzulhulaifah dipersilakan baca niat.

Terkait kesiapan, Zaenal menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan mulai memberikan manasik haji, visitasi, dan edukasi ke sektor dan klinik kesehatan haji untuk jemaah yang masih sakit.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk mengurus paspor dan izin perjalanan haji, karena akan ada 43 bus jamaah haji di hari pertama dari Madinah menuju Mekkah. Hari pertama ada lima kloter, 1.899 jemaah haji 2023 asal Indonesia menuju Mekkah," kata Zaenal Muttaqin.

 

Sementara calon haji yang masih dirawat karena sakit, maka Daker Madinah akan berkoordinasi dengan klinik kesehatan dan rumah sakit untuk memastikan kapan mereka bisa dievakuasi ke Mekkah.

Setiba di Mekkah, jemaah haji 2023 asal Indonesia akan memasukkan koper ke kamar hotel, lalu check in. Setelah kondisi memungkinkan, akan ada bus shalawat yang 24 jam siap mengantar jamaah ke Masjidil Haram.