11 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Turki, Kucing Ini Dievakuasi saat Tengah Melahirkan: Langsung Jalani Operasi Sesar

JAKARTA - Seekor kucing yang diselamatkan dari reruntuhan gempa Turki di Distrik Nurdağı, Gaziantep, dipertemukan kembali dengan ketiga anaknya setelah dokter hewan melakukan operasi sesar darurat di Kebun Binatang Gaziantep.

Kucing tersebut diselamatkan setelah gempa bumi yang berpusat di Kahramanmaraş mengguncang wilayah tersebut pada 6 Februari, meratakan ribuan bangunan dengan tanah dan menyebabkan kematian lebih dari 43.000 orang.

Berna Sarıçiçek, direktur Departemen Urusan Hewan Departemen Perlindungan Kehidupan Alam, mengatakan kepada Anadolu Agency, sejak hari pertama gempa bumi, mereka, seperti semua unit di kota metropolitan, telah mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan hewan dan memberi mereka perawatan yang memadai.

Menjelaskan bahwa tidak ada kerusakan besar di tempat penampungan hewan mereka, Sarıçiçek mengatakan: "Setelah menyadari bahwa tempat penampungan kami aman, kami memikirkan apa yang dapat kami lakukan untuk provinsi terdekat," ujarnya, mengutip Daily Sabah dari Anadolu 24 Februari.

"Kami tidak dapat berkomunikasi melalui telepon, jadi kami pindah ke Distrik Nurdağı dan Islahiye dan provinsi-provinsi di sekitarnya, dengan tim yang terdiri dari 65 orang, delapan di antaranya adalah dokter hewan. Tidak ada personil di tempat penampungan Kahramanmaraş," sambungnya.

"Pertama, kami memberi makan dan membersihkan hewan-hewan di sana dan di Hatay. Kami mengirim makanan ke tempat penampungan di Şanlıurfa. Sejak saat itu, kami berusaha membantu di mana-mana, baik di pusat, di distrik, dan provinsi-provinsi terdekat," jelasnya.

Dalam upaya pencarian dan penyelamatan, tim Otoritas Manajemen Darurat dan Bencana (AFAD), berhasil mengevakuasi seekor kucing dari reruntuhan pada hari ke-11 setelah gempa bumi berkekuatan 7,8 SR mengguncang Turki dan terasa hingga Suriah.

Setelah menyadari bahwa kucing tersebut sedang hamil, tim evakuasi AFAD melaporkan situasi tersebut kepada tim Kebun Binatang Gaziantep.

Kucing itu melahirkan tiga anak kucing setelah tim medis, termasuk Kepala Departemen Perlindungan Kehidupan Alam Kota Metropolitan Gaziantep Celal Özsiyer, melakukan operasi sesar.

"Ketika dia melahirkan, dia terjebak di bawah reruntuhan. Tim AFAD menemukannya dan menghubungi kami. Di sini, kami melakukan operasi caesar. Sayangnya, satu anak kucing mati, namun kami berhasil menyelamatkan induknya bersama tiga anak kucing lainnya," terang Sarıçiçek

"Saat ini, kucing tersebut sedang dirawat dengan serum. Dia masih menolak untuk makan. Dia menerima perawatan intensif bersama anak-anaknya. Kami pikir dia akan baik-baik saja dalam 15 hari," tandas Sarıçiçek.