Menhub Budi: Pembangunan Infrastruktur Transportasi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Wisata di Aceh

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan infrastruktur transportasi oleh pemerintah di Provinsi Aceh dan sekitarnya dapat memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Pada kunjungan kerjanya ke Aceh, Budi Karya mengunjungi sejumlah infrastruktur transportasi yakni Pelabuhan Kuala Langsa di Provinsi Aceh dan Terminal Tipe A Paya Ilang Takengon di Kabupaten Aceh Tengah.

Kata Budi, Kemenhub sedang mempersiapkan pekerjaan pengerukan alur di Pelabuhan Kuala Langsa yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

“Pekerjaan ini mulai dilakukan tahun 2023 dengan kolaborasi antara Kemenhub (Direktorat KPLP, Ditjen Perhubungan Laut), Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan PT Pelindo,” katanya dalam keterangan, ditulis Kamis, 9 Februari.

Di Pelabuhan Kuala Langsa akan dilakukan pengerukan berkedalaman -5.5 mLWS, dengan estimasi volume keruk 197,7 ribu m2.

Pengerukan dilakukan untuk mendukung aspek keselamatan alur pelayaran sesuai Rencana Induk Pelabuhan.

Termasuk untuk memperlancar arus konektivitas antarpelabuhan, serta meningkatkan volume pergerakan barang maupun daya saing di Pelabuhan Kuala Langsa.

“Di titik Kuala Langsa terjadi pengendapan dengan kedalaman hanya 3 meter sehingga kapal tol laut tidak bisa masuk. Diharapkan dalam waktu 4-5 bulan proses pengerukan dapat dilakukan dan kapal-kapal niaga bisa keluar dan masuk Pelabuhan Kuala Langsa,” ujarnya.

Budi berharap, agar pemerintah Kota Langsa dan Pemprov NAD dapat mendukung kelancaran pengerukan Pelabuhan Kuala Langsa tersebut.

Selanjutnya, Budi juga mengunjungi Terminal Tipe A Paya Ilang Takengon yang mulai direvitalisasi pada tahun 2021 dan telah diselesaikan pada tahun 2022, menggunakan APBN sebesar Rp20 miliar.

Terminal ini memiliki luas sekitar 9.792 m2 dan melayani tujuan Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta.

Adapun fasilitas terminal meliputi area pengendapan bus, jalur kedatangan bus, jalur keberangkatan bus, ruang tunggu penumpang, kantor pengelola dan area komersial.

“Alhamdulillah, saya sudah mengunjungi Terminal Tipe A di Takengon dan Bandara Rembele (Kabupaten Bener Meriah). Tempatnya indah, udaranya sejuk, dan potensinya banyak. Ada batik yang bagus Kerawang Gayo. Di sini banyak potensi situs dan bangunan indah, tadi saya usul ke Pak Pj. Bupati agar direnovasi untuk tempat wisata,” tuturnya.

Jumlah rata-rata kendaraan bus AKAP yang datang dan berangkat dari Terminal Tipe A Paya Ilang sebanyak 5 bus per hari dan jumlah penumpang bus AKAP rata-rata 107 orang per hari.

Sedangkan rata-rata kendaraan AKDP yang datang dan berangkat adalah 23 kendaraan per hari dan jumlah penumpang AKDP rata-rata adalah 142 orang per hari.

Pembangunan Terminal Paya Ilang Takengon diharapkan memperlancar arus konektivitas penumpang antarprovinsi maupun wilayah; meningkatkan pertumbuhan perekonomian; dan mendukung sektor pariwisata setempat seperti Pantai Terong, Pantai Menye, Danau Lut Tawar, Goa Loyang Koro, Air Terjun Mengaya, Kopi Arabica Gayo.

Budi menyampaikan rencana pembangunan dry port di atas lahan seluas 4 hektare dengan kolaborasi antara Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam, Pemkab Bener Meriah, dan Pemkab Aceh Tengah.

“Selain itu, juga mendorong Forkopimda agar menggali potensi pariwisata tanah Gayo,” tuturnya.