Rilis Laporan Terkait Autopilot, Tesla Terus Tingkatkan Fitur Keselamatannya

JAKARTA - Tesla percaya bahwa teknologi dapat membantu meningkatkan keselamatan. Itu sebabnya kendaraan Tesla dirancang untuk menjadi mobil teraman di dunia. 

Dengan kepercayaan itu, Tesla jarang sekali mengalami kerusakan serius dalam kecelakaan. Jika terjadi kebakaran sekalipun, Tesla mengklaim bahaa desain paket baterai yang canggih memastikan bahwa sistem keamanannya berfungsi sebagaimana mestinya dan mengisolasi api untuk memilih area di dalam baterai sekaligus membuang panas dari baterai.

"Meskipun tidak ada mobil yang dapat mencegah semua kecelakaan, kami bekerja setiap hari untuk mencoba mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan," tulis Tesla dalam laporan keselamatannya.

Sejak 2018, Tesla telah mencoba membuat tolok ukur untuk peningkatan keselamatan Autopilot dengan merilis laporan triwulanan yang membandingkan jumlah mil per kecelakaan pada Autopilot versus off Autopilot.

Berdasarkan data tersebut, pada kuartal ke-3 tahun 2022, Tesla mencatat satu kecelakaan untuk setiap 6,26 juta mil yang ditempuh di mana pengemudi menggunakan teknologi Autopilot. 

Untuk pengemudi yang tidak menggunakan teknologi Autopilot, produsen mobil listrik itu mencatat satu kecelakaan untuk setiap 1,71 juta mil perjalanan. 

Sebagai perbandingan, data terbaru yang tersedia dari NHTSA dan FHWA (dari tahun 2021) menunjukkan bahwa di Amerika Serikat terjadi kecelakaan mobil kira-kira setiap 652.000 mil.

Meskipun hanya membagikan angka saja, Tesla mengatakan  bahwa mereka telah bekerja keras dalam meluncurkan fitur-fitur keselamatan aktif untuk para penggunanya. 

"Kami terus meningkatkan fitur keselamatan lama setelah mobil dikirimkan melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air," cuit Tesla di Twitter.