Alami Trauma Masa Kecil, Lakukan Hal Sederhana Ini untuk Memulihkan Luka Batin

JAKARTA - Trauma masa kecil sering kali menimbulkan kekecewaan, ketakutan, rasa bersalah hingga depresi. Secara fisik, trauma ini tidak terlihat ketika telah menjadi orang dewasa. Anak yang mengalami trauma masa kecil, sering sekali hanya menerima dan bingung untuk mengekspresikan hal yang terjadi pada dirinya. Trauma ini dibawa hingga dewasa dan berdampak pada kondisi psikologi saat dewasa. Mengutip PsychCentral, Rabu, 4 Januari, ada empat cara ampuh untuk menyembuhkan trauma masa kecil.

Self-reparenting

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengobati trauma masa kecil yaitu dengan menunjukkan rasa cinta dan penerimaan pada inner child. Di sini, Anda lah yang berperan penting memberikan kebutuhan serta keinginan yang sisi inner child Anda inginkan selama ini.

Self-reparenting melibatkan aktivitas self-talk yang positif untuk memberikan pengasuhan kepada diri sendiri sebagai orang dewasa. Langkah pertama adalah mengidentifikasi apa yang Anda rasa Anda lewatkan sebagai seorang anak. Apa kebutuhan emosional dan fisik yang tidak dipenuhi oleh orang tua yang mungkin perlu Anda penuhi sekarang?

Menyadari penerimaan

Ceritakan tentang diri Anda dengan orang yang dapat dipercaya bisa membantu Anda belajar mengenali perasaan diterima. Aktivitas ini bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti memberi tahu seseorang saat Anda memikirkannya atau mengundang orang lain ke rumah untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama.

Menulis jurnal

Membuat jurnal dapat membantu Anda mengenali pola yang tak membantu. Anda bisa membuat jurnal dengan foto atau latihan visualisasi untuk membantu mengingat bagaimana perasaan Anda.

Setelah ada di dalam pola pikir yang benar, tuliskan beberapa kenangan dan emosi apa pun yang dapat dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Coba untuk tak berpikir terlalu berhati-hati tentang apa yang Anda tulis.

Menumbuhkan hubungan kasih sayang

Bangun hubungan dengan orang-orang yang menurut Anda mengagumkan, perhatian, dapat dipercaya, dan memiliki sikap empati dapat membantu Anda mengatasi beberapa efek penolakan di masa kanak-kanak. Mencari hubungan cinta bisa menjadi reparatif dengan mengganti cinta dan kasih sayang yang tidak Anda terima saat masih kecil.