Doni Monardo Ingatkan Anies Baswedan Terapkan Perda yang Dibuat Saat Pandemi COVID-19

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan peraturan daerah (Perda) yang telah dibuat di masa pandemi COVID-19.

Hal ini disampaikan Doni untuk menanggapi penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Front Pembela Islam (FPI) yang berbarengan dengan acara pernikahan anak perempuan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Najwa Shihab.

Peringatan ini, kata Doni, disampaikan secara langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Riza Patria.

"Kami juga sudah menghubungi Bapak Wakil Gubernur (Riza Patria, red) kemarin dan tadi siang Bapak Gubernur Anies untuk betul-betul bisa menerapkan Perda sebagaimana yang telah tertuang dalam aturan yang telah dibuat oleh pemerintah DKI," kata Doni dalam konferensi pers yang ditayangkan akun YouTube BNPB, Sabtu, 14 November.

Dia mengajak para tokoh untuk bekerja sama dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini harus dilakukan bukan karena menghindari sanksi tapi untuk menjaga kesehatan bersama.

"Kepatuhan protokol kesehatan ini bukan karena ada sanksi tetapi adalah sebuah kesadaran kolektif untuk melindungi diri sendiri dan juga diri yang lainnya," tegasnya.

"Kalau ini bisa kita lakukan dengan baik insyaallah bangsa kita, masyarakat kita bisa semakin baik dan mereka yang terpapar pun semakin kecil," imbuh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.

Lebih lanjut, untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan dalam acara Maulid Nabi sekaligus acara pernikahan itu, Doni mengatakan pihaknya sengaja menyerahkan bantuan berupa masker kain dan hand sanitizer.

Protokol kesehatan berupa pemakaian masker, menjaga jarak, dan cuci tangan ini perlu dilakukan guna menghindari terjadinya penularan. Apalagi, COVID-19 ini berbahaya bagi orang tua atau lansia. "Ketika yang terpapar itu lansia dan penderita komorbid maka risikonya sangat fatal. Saya ulangi lagi sangat fatal," ungkapnya.

Sehingga, dengan pemberian bantuan berupa masker dan hand sanitizer yang diserahkan kepada panitia diharapkan semuanya bisa menyadari dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

"Ini bagian dari upaya untuk mengajak seluruh komponen yang ada di sekitarnya mau menggunakan masker. Masker diberikan untuk dipakai," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB Rustian mengantarkan bantuan berupa 10 ribu masker kain, 10 ribu masker kain, dan hand sanitizer ke Petamburan, Jakarta Pusat atau ke lokasi di mana kegiatan Maulid Nabi dan pernikahan anak perempuan Rizieq Shihab akan dilaksanakan. Kata dia, inisiatif ini muncul dari Doni Monardo.

"Karena melihat adanya banyak orang yang berkumpul maka kami merespon dengan memberikannya (bantuan, red)," kata Rustian.

Tak hanya itu, Rustian mengatakan pihaknya menyiapkan alat uji cepat yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Hanya saja, penggunaannya akan diserahkan kepada panitia acara.

Diberitakan sebelumnya, Sebelumnya, Rizieq Shihab tiba di Tanah Air sejak Selasa, 10 November lalu. Saat itu dia disambut oleh kerumunan massa pendukungnya di Bandara Soekarno-Hatta dan di sekitar Petamburan, Jakarta Pusat.

Dia tercatat akan melaksanakan sejumlah kegiatan termasuk menggelar acara Maulid Nabi sekaligus menikahkan anak perempuannya, Najwa Shihab yang rencananya akan dihadiri 10 ribu tamu undangan di kediamannya.

Terkait kegiatan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta semua pihak tertib melaksanakan protokol kesehatan dan melaksanakan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Kami minta semua kegiatan agar apa pun kegiatan, di mana pun kita minta semua kegiatan, oleh penyelenggaranya melaksanakan protokol COVID-19, protokol kesehatan dan melaksanakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," kata Riza dikutip dari Antara, Sabtu, 14 November.

Riza mengharapkan pihak penyelenggara yakni Rizieq dan keluarga untuk mempersiapkan petugas agar dapat memastikan acara-acara yang digelar itu tidak menimbulkan kerumunan dan dibantu oleh pihak berwenang.