Pabrik Tahu di Asahan Sumut Meledak, 7 Orang Dibawa ke Rumah Sakit
MEDAN - Pabrik tahu di Dusun V Desa Bunut Seberang, Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan, Sumut, meledak. Seluruh isi pabrik hancur.
Selain itu, 7 rumah warga yang berada di sekitar pabrik juga rusak. Seorang saksi mata mengatakan, dentuman ledakan pabrik itu bahkan terdengar hingga sejauh 1 kilometer.
Pabrik tersebut diketahui milik seorang warga bernama Sapari dan sudah lebih dari 30 tahun beroperasi. Pabrik itu mempekerjakan sekitar 20 orang pekerja.
Salah seorang pekerja pabrik menyebut, ledakan tersebut terjadi saat rekan rekannya baru masuk ke pabrik dan akan memulai pekerjaan. Sumber ledakan diduga berasal dari sebuah mesin ketel uap berukuran besar di dalam pabrik.
"Yang meledak mesin ketel uap. Posisinya memang belum semua pekerja yang datang, kita masih siap siap mau kerja," kata dia, Selasa, 2 Agustus.
Sementara itu, Kepala dusun V Desa Bunut Seberang, Dinar menjelaskan. Pihaknya sudah menerima laporan rumah yang rusak.
"Laporan yang kami himpun 7 rumah yang rusak. Terdiri dari 6 rumah rusak ringan 1 rumah rusak berat," kata Dinar.
Baca juga:
- Belum Disahkan, Jokowi Minta Masyarakat Diberi Penjelasan 14 Masalah Kontroversial di RKUHP
- LPSK Masih Tunggu Kapan Bisa Periksa Kondisi Psikologis Istri Ferdy Sambo yang Masih Trauma Berat
- Usut Aliran Dana ACT, Polri Periksa Ketua Koperasi Syariah 212
- Pengacara Brigadir J Diperiksa Lagi Soal Insiden Berdarah di Rumah Irjen Ferdy Sambo
Dia menyebut, selain menghancurkan seluruh isi pabrik 7 orang pekerja juga menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit.
Korban yang dibawa ke rumah sakit dan mengalami luka yakni Rian (25), Nurhayati (26), Ramadi (22), Khaidir (24), Bagus (20) dan Zulkarnain (23). Adapun seorang lainnya bernama Ida (42) di rawat di rumah.
"Kalau yang namanya Rian infonya tadi langsung di rujuk ke Medan. Lumayan parah dia karena mungkin waktu kejadian dekat sama mesin yang meledak itu," imbuhnya.