Lanjutan Safari Politik Normalisasi Israel di Arab: Sudan

JAKARTA - Delegasi Israel melakukan kunjungan langka ke Sudan pada Rabu, 21 Oktober untuk membahas normalisasi hubungan. Hal tersebut disiarkan di radio Israel ketika seorang menteri meramalkan kemungkinan terobosan diplomatik antara kedua negara.

Mengutip Reuters, Kamis, 22 Oktober, Menteri Intelijen Israel Eli Cohen mengatakan kepada Israel Channel 13 News bahwa dia yakin Israel "sangat dekat untuk normalisasi hubungan dengan Sudan." Sementara, Radio Kan tidak memberikan detil lebih lanjut tentang diskusi yang diadakan di Khartoum, Sudan. Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri Israel menolak berkomentar ketika ditanya tentang prospek terobosan dengan Sudan.

Selain itu, laporan dari Israel Hayoum menyatakan bahwa pengumuman formal dan publik tentang normalisasi hubungan Israel dan Sudan diharapkan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut menyusul panggilan telepon yang diharapkan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah al-Burhan.

Dalam kebijakan luar negeri yang berkembang menjelang pencalonannya kembali, para pembantu utama Presiden AS Donald Trump minggu ini mengawal delegasi Israel ke Bahrain dan delegasi UEA ke Israel. Hal tersebut memperkuat hubungan baru Israel yang ditengahi oleh AS dengan negara-negara Teluk.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan bahwa AS telah memulai proses menghapus Sudan dari daftar negara sponsor terorisme. Pompeo juga "rajin" untuk mendorong Sudan mengakui Israel.

Pompeo tidak mengatakan penghapusan Sudan akan terkait dengan apakah hal tersebut merupakan bentuk persetujuan penormalisasian hubungan Sudan dengan Israel. Sumber-sumber Sudan sejauh ini belum mengindikasikan bahwa pembicaraan normalisasi telah berjalan jauh.

Menteri Kerja Sama Regional Israel Ofir Akunis mengatakan bahwa AS akan mengumumkan kesepakatan lain yang membangun hubungan antara Israel dan negara Arab atau Muslim sebelum Pemilu AS. "Saya memiliki dasar yang masuk akal untuk meyakini bahwa pengumuman akan datang sebelum 3 November, jika Anda mengizinkan saya, itulah yang saya pahami dari sumber saya," kata Akunis kepada Radio Angkatan Darat Israel.

Akunis mengatakan beberapa negara menjadi kandidat yang akan menormalkan hubungan dengan Israel. Namun Akunis tidak menyebutkan nama-nama negara tersebut, mengatakan bahwa itu adalah "kebiasaan" untuk membiarkan kata resmi pertama datang dari AS. Tetapi Duta Besar AS untuk Israel David Friedman tidak menunjukkan adanya terobosan diplomatik yang akan terjadi.

“Lebih banyak negara yang berada di Liga Arab akan menjadi menjalin hubungan normal dan berdamai dengan Israel, saya yakin, itu pasti. Berapa banyak, dalam urutan seperti apa, saya pikir setiap orang harus menunggu dan melihat,” katanya dalam konferensi yang diselenggarakan oleh surat kabar Israel Hayom dan wadah pemikir Kohelet Policy Forum.