Menko PMK: Indonesia Percaya Diri Masuk Fase Endemi COVID-19

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengemukakan Indonesia sudah percaya diri untuk masuk ke fase endemi COVID-19.

"Bapak Presiden sudah mengizinkan kita membuka masker, terutama untuk di luar, gitu sebetulnya. Di sini juga boleh, silakan saja," kata Muhadjir Effendy saat berpidato dalam agenda penandatanganan dokumen serah terima hunian usai bencana gempa bumi Sulawesi Tengah di Ruang Heritage fedung Kemenko PMK Jakarta Pusat dilansir Antara, Kamis, 19 Mei.

Izin untuk membuka masker dari Menko PMK Muhadjir disambut tepuk tangan hadirin dari kalangan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta staf serta sejumlah perwakilan dari pihak swasta yang terlibat dalam proyek tersebut.

Tapi hanya sedikit hadirin yang memutuskan untuk melepas masker, sementara sebagian besar lainnya memilih tetap mengenakan masker hingga acara selesai.

Ruang Heritage Kemenko PMK terbilang luas dengan kapasitas tampung berkisar 200 orang. Siang itu ruangan diisi kurang dari 50 orang perwakilan instansi maupun lembaga yang menempati kursi dengan pemisahan jarak sekitar satu meter per kursi duduk.

Selain itu, sejumlah ventilasi udara dalam ruang ber-AC itu juga terbuka, sehingga sirkulasi udara dalam ruangan bergerak dengan baik.

Tamu undangan yang hadir pun wajib mengisi Aplikasi PeduliLindungi yang tersedia di pintu masuk gedung serta difasilitasi hand sanitizer di ruang absensi kehadiran.

Muhadjir mengatakan kekuatan Indonesia dalam menanggulangi pandemi COVID-19 tidak lepas dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Kalau saya ditanya kekuatan Indonesia ada di mana?, Bapak Presiden berhasil menangani COVID-19 paling baik di dunia ini. Di samping kepimpinan beliau, ini karena keterlibatan kekuatan masyarakat sipil, tentu saja tanpa itu saya tidak yakin menangani pandemi dengan baik," katanya.

Muhadjir menambahkan dalam tiga pekan terakhir angka kasus COVID-19 di Tanah Air cenderung landai, meski terjadi kenaikan di beberapa kota seperti DKI Jakarta.

"Ini kenapa naik? karena penduduk Jakarta sudah pulang (mudik) dan mereka periksa (PCR)," katanya.

Meski angka kasus COVID-19 mengalami kecenderungan peningkatan di beberapa daerah, tapi Muhadjir memastikan bahwa peningkatan angkanya tidak eksponensial.