Kunyah Pelan-Pelan, Makan Makanan Terlalu Cepat Berisiko Pada Kesehatan

YOGYAKARTA – Hanya memiliki sedikit waktu untuk makan, membuat aktivititas makan jadi tergesa. Padahal, makan tergesa dianggap kebiasaan buruk yang berisiko pada kesehatan. Apakah Anda memiliki kebiasaan mengunyah makanan tidak optimal dan buru-buru menelan untuk mempersingkat waktu makan?

Otak membutuhkan proses dalam mengenali sinyal kenyang. Salah satu risiko yang mungkin dialami ketika Anda makan terlalu cepat, ialah kondisi kenyang yang luput dikenali otak. Dilansir Healthline, Kamis, 18 Mei, diperlukan waktu setidaknya selama 20 menit bagi otak untuk menyadari bahwa Anda sudah kenyang. Nah, ketika Anda makan cepat maka risiko-risiko kesehatan berikut ini yang akan dialami.

Obesitas

Kegemukan atau obesitas merupakan sumber dari penyakit. Saat Anda makan cepat, jauh lebih berpotensi makan lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh. Jika sering dilakukan, asupan kalori berlebih menyebabkan penambahan berat badan.

Ilustrasi makan cepat bikin gemuk dan berisiko pada kesehatan (iStockphoto)

Sebuah studi menemukan, 60 persen anak-anak yang makan dengan cepat juga makan berlebihan. Orang yang makan dengan cepat juga tiga kali lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan. Sedangkan analisis terhadap 23 studi lainnya pada tahun 2015 yang dipublikasikan di National Library of Medicine, menemukan bahwa orang yang makan cepat dua kali lebih mungkin mengalami obesitas dibandingkan mengunyah makanan pelan-pelan.

Resistensi insulin

Peneliti dari Department of Public Health, Nagoya University Graduate School of Medicine, Aichi, Jepang mengaitkan makan terlalu cepat dengan risiko resistensi insulin lebih tinggi. Penelitian pada 2005 tersebut menemukan resistensi insulin yang ditandai dengan kadar gula darah dan insulin tinggi berpotensi dialami ketika makan cepat.

Diabetes tipe 2

Makan pelan-pelan, selain menikmati rasa hidangan juga meminimalisir risiko terkena diabetes tipe 2. Studi yang dilakukan di Institute of Endocrinologi, Medical Academy, Lithuanian University of Health Sciences pada 2013, menemukan lebih dari dua kali lipat risiko diabetes tipe 2 dialami oleh orang yang makan cepat.

Pencernaan yang buruk

Pemakan cepat banyak dilaporkan mengalami pencernaan buruk. Ini merupakan akibat dari menyendok makanan terlalu banyak dan sedikit mengunyah. Mereka biasa mengalami sembelit atau sulit buang air besar.

Sindrom metabolik

Selain mengalami penambahan berat badan karena kalori hanya ditumpuk tanpa diproses menjadi energi, makan terlalu cepat juga memengaruhi sindrom metabolik. Sindrom ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Itulah risiko yang dialami ketika Anda sering makan cepat, menyendok terlalu banyak, dan mengunyah makanan tidak maksimal. Dengan mengubah kebiasaan buruk ini, Anda bisa menikmati makanan sepenuhnya dan menyerap manfaat bagi kesehatan Anda.