Strategi Pemudik di Simpang Ciawi Hindari Kemacetan untuk Pulang Kampung

JAKARTA - Pemudik di kawasan Simpang Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memilih untuk kembali ke tempat asalnya usai puncak arus balik Lebaran berakhir pada Minggu 8 Mei kemarin.

Pemudik asal Bandar Lampung, Aah, saat ditemui di Simpang Ciawi, Senin mengatakan dirinya bersama anaknya memilih untuk menghindari keramaian.

"Saya menghindari macet, apalagi bawa anak kecil, ampun kalau berkerumun," ujar perempuan dua anak tersebut dinukil dari Antara, Senin 9 Mei.

Selain itu alasan dia dan anak-anaknya pulang di hari ini, karena anaknya masih memiliki waktu luang untuk libur sebelum masuk sekolah pada Rabu (11/5).

Aah mengatakan untuk kembali ke Badar Lampung, membutuhkan waktu 13 jam dengan tarif sekitar Rp30.000, dan naik kapal dengan tarif Rp150.000.

Meski lama dan membutuhkan biaya tinggi untuk mudik ke rumah orang tuanya di Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Aah mengatakan hal itu terbayarkan.

"Karena kita sudah dua tahun sejak pandemi COVID-19 enggak pulang, kangen sama orang tua juga," ujar Aah.

Senada dengan pemudik lainnya, Arbiyah, yang juga beralasan menghindari kemacetan untuk kembali ke tempat tinggalnya di Cikarang, Jawa Barat.

Arbiyah mengatakan dirinya sempat melakukan perjalanan di masa arus mudik untuk menemui orang tuanya di kawasan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dia mengatakan harga tiket bus untuk kembali ke Cikarang dari Simpang Ciawi sebesar Rp40.000.

Meskipun hari ini merupakan hari masuk kantornya, Arbiyah mengatakan telah mengajukan izin untuk kembali ke Cikarang usai puncak arus balik.

"Takut ramai saja perjalanan balik. Jaga-jaga juga untuk kewaspadaan COVID-19," ujar dia.