Dihantam Sentimen Negatif dari AS-China, Rupiah Justru Dibuka Menguat

JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot melanjutkan penguatan di awal pembukaan perdagangan hari ini, Selasa 8 September. Rupiah dibuka menguat 0,14 persen ke level Rp14.720 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, pagi ini terlihat dolar AS masih menguat terhadap nilai tukar regional. Ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap memanasnya hubungan AS dengan China.

"Itu karena rencana pemerintah AS yang akan memblokir perdagangan dengan perusahaan semikonduktor terbesar China," ujar Ariston kepada VOI.

Selain itu, lanjut dia, indikasi pemulihan ekonomi AS sendiri juga membantu penguatan dolar AS. Data-data indeks aktivitas manufaktur dan tenaga kerja AS yang dirilis lebih bagus dari proyeksi di pekan lalu.

"Rupiah berpotensi tertekan hari ini di kisaran Rp14.650-14.850 per dolar AS," tutur Ariston.

Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan sebagian besar mata uang di Asia melemah. Pelemahan terdalam terjadi pada ringgit Malaysia yang turun 0,17 persen.

Disusul, dolar Singapura yang terkikis 0,12 persen dan yuan China yang koreksi 0,07 persen. Selanjutnya ada yen Jepang yang terdepresiasi 0,03 persen serta baht Thailand yang melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kemudian ada won Korea Selatan dan dolar Hong Kong yang sama-sama turun tipis 0,03 persen. Sedangkan peso Filipina bergerak stabil pada pagi ini.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan setelah menguat 0,17 persen terhadap dolar AS pada pagi ini.