Jakarta 'Miskin' Ruang Terbuka Hijau Cegah Banjir, Ketua DPRD: Jangan Hanya Dikepung Gedung Saja
JAKARTA - Pemprov DKI diingatkan supaya terus meningkatkan kapasitas ruang terbuka hijau (RTH) untuk mencegah banjir yang kerap merendam Ibu Kota. Status kota besar bukan berarti hanya dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit saja.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan untuk penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2023 di Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.
Kata Prasetio, meski Jakarta merupakan kota metropolitan, bukan berarti hanya berisi gedung-gedung bertingkat. RTH juga perlu diperluas demi bisa menyerap air.
"Contohlah Jepang, di kotanya tidak semua gedung, ada tamannya. Jadi, ke depannya Jakarta jangan hanya dikepung gedung saja. Serapan air mana? Makanya ini yang membuat banjir. Perbanyaklah ruang interaksi terbuka hijau,” kata Prasetio dikutip dari laman resmi DPRD, Kamis, 3 Februari.
Politisi PDI Perjuangan in meminta Dinas Sumber Daya Air untuk lebih fokus mengerjakan normalisasi sungai. Ia mewanti-wanti anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini untuk mencegah bertambahnya alih fungsi lahan RTH.
Baca juga:
- Pamerkan Revitalisasi Taman Tebet yang Belum Dibuka, Anies: Sabar Ya
- Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Hampir Rampung
- Jangan-jangan Kritikan Ketua DPRD DKI Soal Fungsi Sumur Resapan Benar, Buktinya Titik Banjir Malah Tambah Banyak
- Anggap Tak Efektif Cegah Banjir, Ketua DPRD Sarankan Sumur Resapan Jadi Kolam Lele
"Kalau jalur hijau disikat jadi perumahan dan apartemen, terus airnya kemana? Saya minta tolong teman-teman di sini terutama dari Sudin SDA (Sumber Daya Air) konsentrasi di sini," ungkap Prasetio.
Prasetio memandang, sejauh ini, kebanyakan UKPT di tingkat kelurahan kerap mengajukan belanja normatif dan melakukan pekerjaan yang sama tiap tahunnya dalam Musrenbang.
Karena itu, dia mendorong Suku Dinas SDA dan Suku Dinas Bina Marga untuk bersinergi melakukan terobosan dan upaya dalam menanggulangi permasalahan banjir.
"Bina Marga coba dicek untuk peninggian jalan, itu harus dicor. Nah untuk Sumber Daya Air tolong masukkan penganggaran alat yang menunjang untuk menurunkan debit air atau genangan lebih cepat,” imbuh Prasetio Edi Marsudi.