FTC Tinjau Akuisisi Microsoft pada Activision Blizzard yang Kontroversial

JAKARTA - Kabar akuisisi Activision Blizzard oleh Microsoft, beberapa waktu lalu,  memang tengah menjadi perbincangan hangat dan perhatian oleh beberapa pihak termasuk, Komisi Perdagangan Federal (FTC), Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Bloomberg, kemungkinan rencana akuisisi tersebut akan segera menemui hambatan. Pasalnya, FTC akan meninjau kesepakatan industri gim penting ini.

Akuisisi senilai 68,7 miliar dolar AS pada pembuat gim Call of Duty, World of Warcraft, Overwatch telah menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk apakah langkah Microsoft ini akan memicu anti-monopoli dan anti-trust.

Nantinya, hal itu akan dijawab oleh FTC sebelum kesepakatan Microsoft selesai pada akhir Q4 fiskal 2023. Ketua FTC dalam putusan ini adalah Linda Khan, yang kabarnya sangat menentang potensi monopoli.

Dia, bermitra dengan Departemen Kehakiman (DOJ) yang ingin lebih keras pada perusahaan teknologi besar. Penggabungan sebesar ini harus disetujui oleh badan pengatur, terutama FTC, DOJ, Komisi Keamanan dan Pertukaran AS, dan kemungkinan Uni Eropa.

Melansir Digital Trends, Rabu, 2 Februari, hal ini tentu saja merupakan rintangan potensial besar bagi Microsoft dan rencananya untuk memiliki begitu banyak bagian dari pasar gim barat, AAA.

Sebenarnya, ini bukan akuisisi besar pertama, atau terakhir yang dilakukan oleh Microsoft atau perusahaan besar lainnya dalam gim.

Tahun lalu Microsoft melakukan langkah serupa dengan membeli pengembang gim Bethesda senilai 7,5 miliar dolar AS. Bahkan baru-baru ini, Sony membeli pencipta waralaba Halo yang ikonik, Bungie, seharga 3,6 miliar dolar AS.