Perempuan Afrika Rosa Parks Dipenjara karena Tak Berikan Kursinya di Bus untuk Kulit Putih dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember 1995

JAKARTA - Pada 1 Desember 1955, Rosa Parks dipenjara karena menolak memberikan kursinya di bus kepada seorang pria kulit putih. Hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap undang-undang segregasi ras dalam bus Montgomery, Alabama, Amerika Serikat (AS).

Pemenjaraan Rosa Parks mendorong gerakan boikot bus Montgomery yang diorganisir oleh seorang pendeta bernama Martin Luther King, Jr. Gerakan boikot bus ini juga dianggap sebagai peristiwa yang memulai Gerakan Hak Sipil secara nasional.

Mengutip History, menurut peraturan Kota Montgomery pada 1955, orang Afrika-Amerika diharuskan duduk di belakang bus dan diwajibkan menyerahkan kursi tersebut kepada kulit putih jika bagian depan bus penuh. Saat itu Parks berada di baris pertama bagian khusus orang Afrika-Amerika.

Sopir bus yang berkulit putih meminta Parks memberikan kursinya kepada seorang penumpang pria kulit putih yang berdiri. Peraturan tidak secara khusus memberi sopir bus wewenang untuk menuntut penumpang menyerahkan kursi kepada siapa pun, apa pun rasnya.

Rosa Parks di dalam bus (Sumber: Wikimedia Commons)

Namun, pengemudi bus Montgomery terbiasa membuat tanda pemisah penumpang berkulit hitam dan putih. Karena demikian, para sopir kerap meminta penumpang berkulit hitam untuk menyerahkan kursi kepada penumpang kulit putih.

Jika penumpang berkulit hitam protes, sopir bus memiliki wewenang untuk menolak layanan dan dapat memanggil polisi untuk memindahkan mereka. Tiga penumpang kulit hitam lainnya di bus mematuhi permintaan sopir. tetapi Parks menolak dan tetap duduk.

Sopir itu bertanya, "Mengapa kamu tidak berdiri?" Parks menjawab, "Saya rasa saya tidak harus berdiri."

Sopir menelepon polisi, yang kemudian menangkap Parks. Beberapa kisah populer menyatakan Parks menolak memberikan kursinya karena dia sedang lelah.

Namun faktanya, para penggerak hak-hak sipil telah merencanakan penentangan undang-undang pemisahan rasial Montgomery. Parks telah mengetahui rahasia diskusi ini.

Protes meluas

Rosa Parks (Sumber: Wikimedia Commons)

Mengetahui penangkapan Parks, The National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) dan aktivis Afrika-Amerika lainnya segera menyerukan boikot bus. Pemboikotan oleh warga kulit hitam dimulai pada Senin 5 Desember 1955.

Berita disebarkan lewat selebaran dan para aktivis membentuk Montgomery Improvement Association untuk mengatur aksi protes. Hari pertama boikot bus pun sukses besar.

Meski demikian, Martin Luther King, Jr., sebagai pemimpin boikot bus menerima banyak ancaman pembunuhan dari penentang tersebut. Rumahnya sempat dibom. Tetapi dia dan keluarganya lolos dari cedera fisik.

Boikot berlangsung selama lebih dari satu tahun. Masyarakat yang berpartisipasi dalam aksi boikot memilih untuk membawa mobil pribadi atau berjalan berkilo-kilometer ke tempat kerja dan sekolah.

Karena orang Afrika-Amerika merupakan 70 persen dari penumpang bus Montgomery, sistem angkutan kota sangat menderita selama boikot. Pada 13 November 1956, Mahkamah Agung AS mencabut undang-undang segregasi ras dalam bus kota negara bagian Alabama dan Montgomery.

Patung Rosa Parks (Sumber: Wikimedia Commons)

Hal tersebut dikarenakan terbukti melanggar klausul perlindungan Amandemen ke-14 Konstitusi AS. "Protes selama setahun terhadap bus kota secara resmi dihentikan dan warga Negro di Montgomery didesak untuk kembali ke bus besok pagi secara tidak terpisah."

Setelah boikot berakhir, Rosa Parks adalah orang pertama yang naik bus yang didesegregasi. Martin Luther King, Jr., dan gerakan hak-hak sipil tanpa kekerasannya telah meraih kemenangan besar pertamanya.

Boikot itu mendorong banyak aktivis melakukan gerakan untuk menghapuskan ketidakadilan rasial. Rosa Parks meninggal pada 24 Oktober 2005. Tiga hari kemudian Senat AS mengeluarkan resolusi untuk menghormati Parks dengan mengizinkan jasad Parks disemayamkan di Capitol Rotunda.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

SEJARAH HARI INI Lainnya