Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Irfan Meidianto/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Di era digital, perusahaan berlomba-lomba untuk memiliki pelanggan sebanyak-banyaknya dengan tujuan mendapatkan data pengguna. Data pengguna yang diperoleh tentu memiliki banyak sekali manfaat, meskipun tidak selalu selalu berupa uang. Beberapa perusahaan juga memanfaatkan data tersebut sebagai mesin rekomendasi untuk memperkuat bisnis.

Pada siniar sebelumnya, tim VOI bersama Fajar Jaman sudah membahas beberapa hal tentang pentingnya kesiapan negara dan khususnya masyarakat untuk memahami perkembangan big data. Mulai dari "Kesiapan Indonesia Hadapi Perkembangan Big Data", "Pasal Karet dan Kekurangan dari RUU PDP", dan juga "Melihat Data sebagai Komoditas Bisnis". Obrolan ini membukakan mata kami bahwa data pribadi kita bisa saja dimanfaatkan dengan sangat mudah oleh penyedia layanan demi keuntungan bisnis. Oleh karena itu, RUU Pelindungan Data Pribadi (PDP) perlu segera diselesaikan dengan sangat matang oleh pemerintah.

Siniar VOI Fajar Jaman Monetisasi
Fajar Jaman, CEO IYKRA dan Founder Data Science Indonesia berbicara tentang monetisasi data

Sebagai seorang praktisi data yang sudah bekerja sejak 10 tahun lalu, Fajar Jaman paham betul dengan manfaat data pribadi ini. Ia juga menyoroti pentingnya pengetahuan pengguna untuk selalu membaca persetujuan penggunaan aplikasi atau pada saat mendaftarkan diri ke sebuah website penyedia layanan di internet. Sayangnya, masih banyak pengguna yang melewati proses tersebut tanpa membaca dengan jelas. Dalam kasus tersebut, berarti pengguna sudah consent atau menyetujui. Banyak pengguna yang masih belum paham dengan konsekuensi ketika data pribadinya dimanfaatkan.

Siniar VOI kali ini membahas salah satu hasil perbincangan tim VOI dengan Fajar Jaman, yaitu tentang cara perusahaan mendapatkan keuntungan dari data penggunanya. Silakan tekan tombol dengarkan dan kami akan bercerita untuk Anda. Nantikan juga perbincangan kami selanjutnya bersama Fajar Jaman di siniar VOI berikutnya.