Persembahan Menu Buka Puasa dari Kuliner Khas Nusantara
Ilustrasi (Sumber foto: Cookpad/Uli's Kitchen, Editor: VOI/Raga Granada)

Bagikan:

Habis menahan haus dan lapar serta menghindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, terbitlah saat yang berbahagia: menyantap hidangan buka. Tulisan Seri khas VOI "Serba-Serbi Ramadan" selanjutnya, mengulas kuliner khas Nusantara yang biasa dipersembahkan untuk menu berbuka. 

 

Seperti kita tahu Indonesia kaya akan cita rasa kuliner Nusantara. Hampir di setiap daerah di Negara yang kaya akan rempah ini, punya kuliner khasnya sendiri. Dan beberapa di antaranya, kuliner khas Nusantara kerap dijadikan menu pilihan untuk berbuka. Apa saja? 

Semur daging kerbau Betawi (Jakarta)

Kita mulai dari menu kuliner khas daerah ibu kota negara terlebih dahulu. Bagi orang Betawi, buka puasa di waktu awal Ramadan akan merasa ada yang kurang bila tak ada semur daging kerbau atau sapi di meja makan. 

Bila ditelusuri sejarahnya semur berasal dari bahasa Belanda "Smoor” yang berarti perebusan daging dengan kuah berwarna cokelat pekat dan terasa manis ini jadi menu spesial. Utamanya saat buka puasa, dan hari raya lebaran. Perbedaan menu ini dari varian semur lainnya adalah penggunaan jintan dan kemiri, serta tidak menggunakan pala.

Semur daging (Sumber: Wikimedia Commons)

Budayawan Betawi, Masykur Isnan menjelaskan semur adalah salah satu hidangan yang lazim hadir di meja makan orang Betawi. Semur pun ada yang dibuat sendiri atau dibagi langsung kepada tetangga sebagai bentuk budaya nganter. Sejatinya hal itu sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat karunia dan semangat kebersamaan.

Lebih lengkap terkait budaya nganter, kami telah mengulasnya panjang lebar dalam tulisan “Nganter: Tradisi Khas Lebaran yang Jadi Antitesis Individualisme Orang Jakarta.”

“Semur daging kerbau hadir sebagai hidangan yang memiliki nilai lebih, mengingat masyarakat betawi umumnya adalah petani yang erat dengan hewan kerbau dan sapi. Di samping itu hidangan ini adalah bentuk akulturasi dengan budaya-budaya lainnya, terutama Tionghoa dan Belanda,” ujar Masykur Isnan kepada VOI.

Otak-otak (Palembang)

Otak-otak Palembang (Sumber: Wikimedia Commons)

Menu buka puasa tak cuma didominasi oleh makanan manis, ragam menu lainnya yang bercita rasa asin bisa menjadi sajian utama santap buka puasa. Otak-otak ikan tenggiri, misalnya. Makanan khas Palembang ini digemari oleh segenap masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa.

Otak-otak ikan tenggiri biasanya dapat dicocol dengan saus kacang. Tekstur kenyal dan rasanya gurih jadi keunggulan utamanya. Untuk itu, jika otak-otak dinikmati bersama-sama dengan keluarga bukan saja nafsu makan yang meningkat, melainkan rasa kekeluargaan yang makin dekat.

Papeda ikan kuah kuning (Papua)

Papeda (Sumber: Wikimedia Commons)

Rasanya tak perlu menceritakan panjang lebar terkait papeda ikan kuah kuning. Kebanyakkan orang telah paham bahwa papeda ikan kuah kuning adalah makanan khas Papua yang digemari banyak kalangan. Hal itu karena cara membuat papeda cukup mudah. Anda hanya butuh tepung sagu basah yang diseduh dengan air panas mendidih. Setelahnya, sagu diaduk perlahan hingga mengental.

Menu ini biasanya disantap dengan ikan kuah kuning dan cah kangkung. Supaya lebih nikmat, maka Anda dapat menggunakan ikan kakap ekor kuning, tenggiri, atau ikan tongkol. Lebih lagi, tambahkan beberapa rawit merah dikuah kuning untuk lebih menggugah selera.

Infografik (VOI/Raga Granada)

Ketan bintul (Banten)

Nama ketan bintul mungkin terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Akan tetapi, tidak untuk warga Serang, Banten. Ketan bintul jadi menu favorit warga Serang untuk berbuka puasa. Pembuatannya pun cukup mudah. Beras ketan dikukus bersama santan dan garam. Setelah matang, ketan dipotong berbentuk persegi dan diberi alas daun pisang.

Ketan yang sudah matang lalu ditaburi dengan serundeng, taburan yang terbuat dari parutan kelapa. Konon, penguasa dan petinggi Kerajaan Banten dulu kala menjadi makanan ini sebagai santapan favorit untuk berbuka puasa.

Es pisang ijo (Makassar)

Es pisang ijo (Sumber: Wikimedia Commons)

Jikalau ingin menu yang segar-segar untuk berbuka puasa, maka es pisang hijau atau es pisang ijo jawabannya. Makanan khas Makassar ini terbuat dari pisang raja atau pisang kapok. Hanya saja, pisang itu dibungkus oleh lembaran dadar yang terbuat dari adonan tepung terigu yang diberi pewarna hijau dari air pandang.

Esp pisang hijau ini kemudian dinikmati dengan tambahan es serut, kuah santan, dan sirup. Sensasi dingin es serut dan lebut manisnya pisang ijo menjadikan menu ini selalu hadir di meja makan orang Bugis.

Mie caluk (Aceh)

Mie caluk (Sumber: Wikimedia Commons)

Mi caluk khas Aceh adalah santapan pilihan lainnya untuk berbuka puasa. makanan tradisional ini mempunyai rasa khas rempah-rempah dan sedikit pedas. Sedang kuahnya menggunakan kacang dan campuran rempah seperti kunyit dan cabai kering. Biasanya, sepiring mie caluk biasanya disajikan dengan daun pisang. Akan lebih nikmat lagi bila disantap dengan campuran potongan daun singkong, serta kerupuk merah.