Google Copot Aplikasi Android yang Ketahuan Curi <i>Password</i> FB, Cek Ponselmu!
Aplikasi Play Store (AndroidPIT)

Bagikan:

JAKARTA - Upaya Google untuk menghapus aplikasi yang melanggar kebijakan perusahaan tak pernah berhenti. Dan baru-baru ini, berdasar pantauan Ars Technica, Google mencopot sembilan aplikasi besar dari Play Store.

Pencopotan itu bukanlah tanpa sebab. Pun tak berlangsung tiba-tiba. Langkah ini dijalankan perusahaan usai analis situs Dr.Web menemukan bahwa sembilan aplikasi yang dimaksud ternyata disusupi virus trojan.

Artinya, masing-masing aplikasi memiliki program jahat yang mampu mencuri data pribadi pengguna. Dan dalam hal ini, Dr.Web mencatat bahwa aplikasi trojan yang terdapat pada aplikasi tersebut mampu mencuri data detail dari log aktivitas Facebook.

Dalam bahasa yang sederhana, virus tersebut mampu mengetahui lalu mencuri data keamanan Facebook pengguna. Mulai dari lokasi login, hingga kata kunci!

Yang mengejutkan, sembilan aplikasi yang dimaksud bukanlah aplikasi biasa. Jika dijumlahkan, total pengguna yang sudah mengunduh kesembilan aplikasi mencapai 5,8 juta! Contohnya seperti aplikasi “Horoskop Harian”, hingga “Pembersih Sampah”.

Cara Aplikasi Mencuri Data Pengguna

Kesembilan aplikasi ini mengelabui pengguna dengan menampilkan halaman login Facebook saat pertama kali aplikasi dibuka usai dipasang. Padahal, halaman tersebut bukanlah halaman yang terhubung ke server Facebook.

Menurut Dr.Web halaman tersebut hanya memuat JavaScript dari server berisi perintah dan kontrol untuk ‘membajak’ informasi kredensial. Selanjutnya, informasi tersebut diteruskan ke aplikasi, lalu berakhir ke server yang sudah disiapkan.

Tak hanya itu, virus trojan yang ditanamkan juga mampu mencuri cookies dari setiap aktivitas user saat membuka halaman situs.

Mengutip Engadget, Google sudah menyampaikan pada Ars bahwa pihaknya sudah memblokir seluruh aplikasi yang dimaksud. Tapi tampaknya, langkah itu hanya bersifat sementara. Belum bisa menjadi solusi permanen.

Seperti diketahui, ini bukanlah kali pertama Google ‘kecolongan’ aplikasi yang disisipi malware atau virus. Dan ketika kejadian yang sama sudah terjadi berulang kali, Google tampaknya harus mempertimbangkan untuk mulai melakukan penyaringan aplikasi yang lebih ketat.

Sehingga, kejadian serupa, yang berpotensi merugikan pengguna ponsel Android, tidak lagi terulang di masa depan.