JAKARTA - Perdana Menteri Kanada Mark Carney menilai pembatasan akses Amerika Serikat terhadap model AI terbaru Anthropic menjadi peringatan bagi banyak negara. Ketergantungan pada segelintir model kecerdasan buatan besar, kata Carney, bisa menjadi risiko baru dalam ekonomi digital.
Seperti dilaporkan Anadolu Agency dikutip Senin, 15 Juni, AS membatasi akses pengguna asing terhadap model AI canggih Anthropic, termasuk Mythos dan Fable, karena alasan keamanan.
Big Tech merujuk pada perusahaan teknologi raksasa yang menguasai layanan digital utama, termasuk infrastruktur komputasi, platform internet, dan pengembangan AI. Model AI adalah sistem kecerdasan buatan yang dilatih untuk menjalankan tugas tertentu, seperti menjawab pertanyaan, menulis teks, atau menganalisis data.
“Situasi yang kita hadapi bersama saat ini dengan Mythos dan Fable adalah sesuatu yang dapat terjadi akibat ketergantungan berlebihan pada model tertentu,” kata Carney saat berkunjung ke Irlandia.
Ia menegaskan tidak ada pihak yang melakukan kesalahan dalam kasus ini. Namun, menurut Carney, negara dan perusahaan akan keliru bila hanya menerima keadaan tanpa mengambil pelajaran.
BACA JUGA:
Carney mengatakan pejabat Kanada dan AS masih memiliki arus komunikasi yang baik soal kecerdasan buatan. Washington, kata Carney, telah menyampaikan kekhawatiran terkait risiko pada model terbaru Anthropic.
Bagi Kanada, isu ini terkait dengan agenda yang lebih luas yakni mengurangi ketergantungan pada AS dalam perdagangan dan infrastruktur digital.
Carney membandingkan risiko di sektor AI dengan krisis keuangan global 2008. Menurutnya, sektor AI memiliki kerentanan sistemik karena banyak negara dan perusahaan saling bergantung pada model yang sama.
“Kita memiliki hal serupa dalam hal risiko model,” kata Carney. Ia menyebut negara dan perusahaan perlu membangun “cadangan dan keragaman” dalam pengembangan AI.
Diversifikasi berarti tidak bergantung pada satu sumber, satu model, atau satu penyedia teknologi. Dalam konteks AI, hal ini dapat berarti memakai beberapa model, membangun kemampuan sendiri, atau mengembangkan alternatif yang lebih terbuka.
AI diperkirakan menjadi salah satu topik utama KTT G7 di Prancis. Carney mengatakan ia telah membahas isu tersebut dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam laporan yang sama, Anadolu Agency menyebut sejumlah eksekutif AI, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman, diperkirakan hadir dalam pertemuan G7.
“Kita perlu membuat kemajuan,” kata Carney. Namun, ia mengingatkan G7 tidak akan langsung menghasilkan solusi tuntas.
Pertemuan G7 akan diikuti para pemimpin AS, Prancis, Jerman, Inggris, Kanada, Italia, Jepang, dan Uni Eropa. Selain AI, forum itu juga akan membahas hubungan perdagangan, rantai pasok mineral penting, dan perang Ukraina.
Rantai pasok mineral penting merujuk pada pasokan bahan baku strategis untuk teknologi modern, seperti baterai, cip, kendaraan listrik, dan perangkat energi bersih.