Bagikan:

JAKARTA - China merilis daftar pertama sertifikasi “aman dan andal” untuk chip kecerdasan buatan atau AI domestik. Daftar ini penting karena menjadi penanda chip mana yang dinilai layak masuk sektor penting negara.

Menurut laporan Yicai Global dikutip Rabu, 3 Juni, ada sembilan chip dari tujuh produsen yang masuk daftar perdana tersebut. Huawei dan Alibaba masuk. Namun Cambricon Technologies, perusahaan yang kerap dijuluki “Nvidia-nya China”, justru absen.

Kunlunxin Technology, unit milik Baidu, juga tidak masuk daftar.

Chip yang lolos antara lain Ascend 310 dan Ascend 910 dari HiSilicon, unit semikonduktor milik Huawei. Dari Alibaba, ada Zhenwu M530 dan Zhenwu M890 buatan T-Head Semiconductor.

Lima chip lain yang masuk daftar adalah Biren 166 dari Biren Technology, DCU-3G dari Hygon Information Technology, KCC-V100X dari Iluvatar Corex Semiconductor, MXC600 dari Metax Integrated Circuits, dan PH100 dari Moore Threads Technology.

Sertifikasi itu diumumkan China Information Technology Security Evaluation Center dan National Secrecy Science and Technology Evaluation Center pada 26 Mei.

Daftar ini penting karena sertifikasi tersebut menjadi semacam tiket masuk bagi produk teknologi domestik ke sektor strategis. Sebelumnya, program serupa mencakup komputer, server, sistem operasi, dan basis data. Kini cakupannya melebar ke chip AI.

Chip AI digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan dan menjalankan proses inferensi. Inferensi berarti proses ketika AI memakai model yang sudah dilatih untuk memberi jawaban, mengenali gambar, membaca teks, atau menjalankan perintah.

Sertifikasi untuk sembilan chip itu berlaku selama tiga tahun sejak diterbitkan.

Absennya Cambricon membuat daftar ini mencuri perhatian. Sebab, perusahaan berbasis Beijing itu dikenal sebagai salah satu pengembang utama prosesor AI dan GPU serbaguna di China. GPU adalah chip pemroses grafis yang juga banyak dipakai untuk komputasi AI.

Daftar ini muncul saat industri chip AI China tumbuh cepat, didorong kebutuhan mengganti chip impor setelah Amerika Serikat membatasi ekspor chip berkinerja tinggi.

Yicai Global melaporkan, Morgan Stanley memperkirakan pasar chip AI China tumbuh lebih dari 23 persen per tahun pada 2024 hingga 2030. Nilainya diproyeksikan mencapai 67 miliar dolar AS pada 2030.

Tingkat kemandirian domestik China juga diperkirakan naik menjadi 76 persen. Artinya, semakin banyak kebutuhan chip AI China yang dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri.