Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah perusahaan teknologi besar China dilaporkan mulai melatih model kecerdasan buatan mereka di luar negeri untuk mengamankan akses ke chip Nvidia, menurut laporan Financial Times pada Kamis, 27 November. Langkah ini diambil untuk menghindari aturan ketat Amerika Serikat yang membatasi kemajuan China dalam teknologi canggih.

Alibaba dan ByteDance termasuk di antara perusahaan yang kini melatih model bahasa besar (large language models) generasi terbaru mereka di pusat data di Asia Tenggara. Dua sumber yang mengetahui langsung operasi tersebut mengatakan bahwa tren pemindahan pelatihan ke lokasi offshore meningkat setelah AS membatasi penjualan chip Nvidia H20 pada April 2025.

Laporan itu menyebut perusahaan-perusahaan China mengandalkan perjanjian sewa dengan pusat data luar negeri yang dimiliki dan dioperasikan oleh entitas non-Cina. DeepSeek menjadi pengecualian, karena perusahaan itu sempat mengumpulkan stok besar chip Nvidia sebelum larangan ekspor diberlakukan sehingga tetap mampu melatih model AI di dalam negeri.

DeepSeek kini juga bekerja sama dengan produsen chip dalam negeri yang dipimpin Huawei untuk mengoptimalkan dan mengembangkan generasi baru chip AI China, menurut FT. Namun Alibaba, ByteDance, Nvidia, DeepSeek, dan Huawei juga tidak segera memberikan komentar ketika dimintai tanggapan.

Perkembangan ini mencerminkan tarik-menarik geopolitik teknologi yang makin memanas, dengan perusahaan China menavigasi pembatasan AS sambil berusaha mempertahankan laju inovasi AI mereka.