Bagikan:

JAKARTA – Departemen Pertahanan AS, akrab disebut Pentagon, bermitra dengan lebih banyak perusahaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), di antaranya Microsoft, Amazon Web Services (AWS), dan Nvidia.

Sebelumnya, lembaga tersebut juga telah menjalin kerja sama serupa dengan Google, SpaceX, dan OpenAI. Seluruh teknologi dari perusahaan AI ini akan diterapkan pada jaringan rahasia militer untuk mendukung berbagai penggunaan operasional yang sah.

Melalui kemitraan ini, militer AS ingin menjadikan AI sebagai fondasi dari kekuatan tempur mereka. Mereka percaya bahwa mengintegrasikan sejumlah model AI dapat memperkuat kemampuan prajurit dalam mengambil keputusan di berbagai domain peperangan.

“Perjanjian-perjanjian ini mempercepat transformasi menuju pembentukan militer AS sebagai kekuatan tempur yang mengutamakan AI,” tulis Departemen Pertahanan dalam pernyataan resminya, dikutip pada Senin, 4 Mei.

Pentagon sengaja menjalin kemitraan dengan banyak perusahaan AI. Hal ini dilakukan untuk mencegah ketergantungan pada satu penyedia teknologi.

Perangkat keras dan model AI dari berbagai perusahaan ini akan ditempatkan pada lingkungan dengan klasifikasi keamanan tingkat tinggi. Sistem ini mencakup Tingkat Dampak 6 dan 7 yang memerlukan perlindungan fisik serta audit akses yang sangat ketat.

Teknologi ini akan dimanfaatkan untuk menyederhanakan sintesis data dan meningkatkan pemahaman situasional di lapangan. Sejauh ini, lebih dari 1,3 juta personel militer telah menggunakan platform GenAI.mil untuk tugas administratif dan penelitian.