Bagikan:

JAKARTA - Xiaomi kembali mengguncang pasar smartphone dengan meluncurkan Redmi K90 Max di China. Kali ini, bukan sekadar soal chipset atau baterai besar—melainkan inovasi yang cukup “out of the box”: kipas pendingin internal langsung di dalam bodi ponsel.

Langkah ini menjadikan Redmi K90 Max sebagai ponsel pertama Xiaomi yang mengusung sistem pendingin aktif (active cooling) terintegrasi, sebuah fitur yang biasanya hanya ditemukan di perangkat gaming niche.

Kipas berdiameter 18,1 mm ini diklaim lebih besar dibandingkan mayoritas implementasi serupa di industri. Xiaomi merancangnya dengan intake udara vertikal, bilah kipas miring ke depan, serta saluran udara tertutup dengan desain vortex untuk memaksimalkan aliran udara sekaligus meminimalkan turbulensi.

Dalam pengujian internal, sistem ini mampu menurunkan suhu hingga 10 derajat Celsius dalam waktu sekitar 100 detik. Pengguna juga dapat memilih tiga mode kipas dengan tingkat kebisingan maksimal di angka 32dB—relatif senyap untuk ukuran sistem pendingin aktif.

Menariknya, Xiaomi tampak sangat percaya diri dengan durabilitas teknologi ini. Kipas menggunakan bantalan logam penuh dan telah melewati uji ketahanan hingga 50.000 jam penggunaan. Bahkan, pembeli awal sebelum 5 Mei ditawarkan garansi kipas hingga enam tahun serta layanan pembersihan gratis seumur hidup—sebuah strategi yang terasa seperti “gaspol tanpa rem” untuk menarik gamer hardcore.

Dari sisi performa, Redmi K90 Max tidak main-main. Perangkat ini ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500, dipadukan dengan chip grafis diskrit D2 berbasis AI. Kombinasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman gaming kelas atas dengan dukungan resolusi 1.5K dan refresh rate hingga 165Hz di berbagai game.

Untuk mendukung performa tersebut, Xiaomi juga menyematkan RAM LPDDR5X Ultra dan penyimpanan UFS 4.1—standar terbaru yang memastikan kecepatan baca-tulis data tetap ngebut dalam skenario berat sekalipun.

Peluncuran ini mempertegas arah Xiaomi yang semakin serius menggarap segmen smartphone gaming dan performa tinggi. Di tengah persaingan yang makin brutal, pendekatan “hardware ekstrem” seperti ini bisa menjadi pembeda—meski tetap menyisakan pertanyaan soal efisiensi daya dan kenyamanan penggunaan jangka panjang.

Ikuti Whatsapp Channel VOI