Bagikan:

JAKARTA – Platform X akan mengurangi pembayaran ke kreator yang masih memanfaatkan konten clickbait untuk memicu interaksi. Langkah ini diambil untuk menjaga konten orisinal di platform tersebut.

Kepala Produk X, Nikita Bier, menyatakan bahwa seluruh akun agregator telah terdampak pemotongan pembayaran sebesar 60 persen pada siklus pertama. X akan menjalankan siklus kedua dengan pemotongan tambahan sebesar 20 persen.

Kebijakan baru ini juga menyasar para pengguna X berbayar yang sering mengunggah postingan provokatif dengan label berlebihan seperti 'Breaking'. Bier menegaskan bahwa penyebaran konten curian hanya akan merugikan perkembangan para kreator di platform tersebut.

"X tidak akan pernah melanggar kebebasan berbicara atau jangkauan, tetapi kami tidak akan memberikan kompensasi atas manipulasi program atau pengguna kami," ungkap Bier dalam sebuah postingan di X, dikutip pada Senin, 13 April.

Beberapa akun berita konservatif dilaporkan telah menerima email dari X yang memberitahukan bahwa fitur monetisasi pada akun mereka telah dinonaktifkan. Salah satu akun populer, Dom Lucre, pun mengeluhkan kehilangan pendapatan tersebut.

Meski akun tersebut membantah adanya postingan clickbait, catatan komunitas menunjukkan bahwa ia telah menggunakan kata breaking sebanyak 91 kali dalam seminggu terakhir. Ini menunjukkan bahwa X telah memperketat filter konten monetisasi di platformnya.

Di sisi lain, beberapa pengguna khawatir bahwa algoritma baru ini bisa salah sasaran. Seorang pengguna dengan akun PoliMath diketahui mengalami penurunan pembayaran terendah meski akunnya tidak masuk ke dalam kategori yang dilarang oleh X.

Ikuti Whatsapp Channel VOI