Bagikan:

JAKARTA – Google menghilangkan dukungan biometrik dari Find Hub, aplikasi yang sebelumnya bernama Find My Device. Aplikasi ini tidak akan membutuhkan sidik jari atau PIN lagi untuk mencari perangkat atau lokasi seseorang.

Perubahan ini baru diterapkan pada Selasa, 10 Maret. Pembaruan terakhir dari sisi aplikasi memang dirilis pada Februari 2026, tetapi seluruh pengguna tetap akan menerima perubahan ini karena Google meluncurkannya dari sisi server.

Perubahan ini cukup mengejutkan karena fitur biometrik sering dinilai sebagai salah satu lapisan privasi terbaik. Sistem verifikasi ini akan menyulitkan pengguna yang ingin memanfaatkan aplikasi untuk melihat lokasi perangkat secara tidak bertanggung jawab.

Dengan hilangnya dukungan biometrik, pengguna tidak memerlukan dukungan apa pun lagi untuk masuk ke dalam aplikasi. Cara kerjanya kini mirip dengan Google Maps yang tidak dilengkapi dengan perlindungan biometrik meski bisa berbagi lokasi.

Find Hub kini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Find My untuk ekosistem iOS dari Apple. Keduanya dapat langsung diakses secara instan tanpa perlu adanya konfirmasi identitas secara berulang.

Selain perubahan akses masuk, Google juga mengumumkan perbaikan pada fitur Pencarian Presisi di Play Store. Masalah teknis yang menyebabkan fitur tersebut tidak berfungsi pada sejumlah perangkat Android kini telah diatasi.

Setelah fitur biometrik dihilangkan dari Find Hub, para ahli keamanan kini menyarankan pengguna untuk tetap waspada dan mengunci ponsel mereka secara mandiri. Pasalnya, kunci perangkat bawaan menjadi lapisan perlindungan terdepan untuk mencegah penyalahgunaan Find Hub.