Bagikan:

JAKARTA – Dua badan intelijen Belanda mengeluarkan peringatan mengenai upaya peretasan yang menargetkan pejabat dan personel militer. Kejahatan ini dilakukan oleh para peretas asal Rusia.

Ada dua aplikasi yang menjadi sasaran peretasan ini, yakni Signal dan WhatsApp. Peretas ini mencoba untuk masuk ke dalam akun milik tokoh-tokoh berpengaruh melalui dua aplikasi perpesanan besar tersebut.

Melansir dari Reuters, para peretas menggunakan metode penyamaran layanan bantuan teknis untuk membujuk korban mengungkapkan kode verifikasi enam digit. Setelah mendapatkan kodenya, pelaku akan mengambil alih akun pribadi pengguna.

Badan Intelijen Umum Belanda (AIVD) menyebut bahwa jurnalis dan pegawai pemerintah menjadi target utama dalam operasi peretasan ini. Mereka meyakini bahwa sejumlah informasi sensitif kemungkinan besar telah jatuh ke pihak Rusia.

Meski Signal dan WhatsApp memiliki enkripsi ujung-ke-ujung, peretas masih bisa masuk melalui celah fitur 'perangkat yang terhubung'. Pihak intelijen menyarankan pengguna untuk waspada jika menemukan nomor kontak yang muncul dua kali secara misterius.

Direktur Dinas Intelijen dan Keamanan Militer Belanda (MIVD), Laksamana Madya Peter Reesink, memberikan peringatan keras terkait penggunaan aplikasi perpesanan komersial. Menurutnya, aplikasi pihak ketiga tidak boleh digunakan untuk urusan yang berkaitan dengan negara.

"Aplikasi perpesanan seperti Signal dan WhatsApp tidak boleh digunakan sebagai saluran untuk informasi rahasia, konfidensial, atau sensitif," kata Reesink, dikutip pada Senin, 9 Maret.

Setelah dugaan peretasan ini muncul, WhatsApp memperingatkan penggunanya untuk tidak membagikan kode PIN kepada siapa pun. Mereka mengatakan akan terus mengembangkan sistem pertahanannya untuk melindungi pengguna dari berbagai ancaman siber.

Sementara itu, Otoritas Belanda telah mengeluarkan peringatan kejahatan siber kepada seluruh pihak yang bekerja di pemerintahan. Mereka juga menawarkan bantuan teknis untuk mengidentifikasi akun yang telah disusupi serta menyingkirkan ancaman peretasan.