Bagikan:

JAKARTA - Kemampuan mengenali lagu kini hadir langsung di dalam aplikasi ChatGPT setelah integrasi teknologi milik Apple melalui layanan pengenal musik Shazam. Fitur baru ini memungkinkan pengguna mengetahui judul lagu yang sedang diputar tanpa harus keluar dari aplikasi.

Integrasi tersebut mulai diluncurkan secara global pada Senin, 9 Maret, waktu Amerika Serikat. Dengan fitur ini, pengguna cukup mengetik perintah seperti “Shazam, what is this song?” untuk memunculkan antarmuka “Tap to Shazam” yang akan mengidentifikasi lagu yang sedang terdengar di sekitar mereka.

Teknologi pengenal musik Shazam kini bekerja penuh di dalam ChatGPT. Artinya, pengguna tidak hanya mendapatkan nama lagu, tetapi juga dapat langsung memutar cuplikan lagu tersebut di dalam aplikasi tanpa perlu membuka layanan lain.

Secara teknis, cara kerjanya sama seperti saat menggunakan Shazam di perangkat Apple. Sistem akan mendengarkan potongan audio, mencocokkannya dengan basis data musik global, lalu menampilkan judul lagu, artis, serta pratinjau audio.

Untuk mengaktifkannya, pengguna perlu menambahkan Shazam melalui pengaturan aplikasi ChatGPT. Caranya dengan membuka menu Settings, masuk ke bagian Apps, lalu mencari dan menginstal Shazam dari daftar integrasi yang tersedia. Setelah aktif, pengguna bisa langsung memulai perintah dengan kata “Shazam”.

Menariknya, fitur ini tidak mewajibkan pengguna memasang aplikasi Shazam secara terpisah. Fungsi pengenalan lagu tetap dapat digunakan di berbagai platform. Namun jika aplikasi Shazam sudah terpasang, lagu yang dikenali melalui ChatGPT otomatis tersimpan di perpustakaan Shazam pengguna.

Integrasi ini menunjukkan arah baru dalam perkembangan aplikasi AI yang semakin berfungsi sebagai “hub digital” untuk berbagai layanan. Dalam beberapa tahun terakhir, ChatGPT tidak lagi sekadar chatbot, tetapi mulai menjadi semacam pusat kendali yang menghubungkan pencarian informasi, produktivitas, hingga hiburan dalam satu antarmuka.

Fenomena ini memperlihatkan evolusi menarik dunia teknologi. Jika dulu orang membuka aplikasi berbeda untuk tiap kebutuhan—browser untuk mencari informasi, Shazam untuk mengenali lagu, dan aplikasi musik untuk mendengarkan—kini kecerdasan buatan mulai menyatukan semuanya dalam satu ruang percakapan. Sebuah langkah kecil bagi aplikasi, tetapi lompatan besar bagi cara manusia berinteraksi dengan teknologi sehari-hari.