Bagikan:

JAKARTA – Apple kembali dirumorkan mengerjakan perangkat lipat, kali ini dalam wujud iPad berukuran raksasa. Namun menurut laporan terbaru, proyek perusahaan asal Cupertino itu bukan hanya tertunda hingga akhir dekade ini, tetapi juga berpotensi dibatalkan sepenuhnya.

Dalam buletin “Power On” dari Bloomberg yang ditulis oleh jurnalis teknologi Mark Gurman, disebutkan bahwa Apple tengah mengembangkan iPad Fold berukuran sangat besar. Meski begitu, laporan tersebut menambahkan bahwa perangkat ini kemungkinan tidak akan meluncur sebelum akhir 2020-an, dan bahkan ada peluang tidak pernah dirilis sama sekali.

Sejumlah klaim sebelumnya menyebut perangkat ini akan memiliki layar sekitar 18 inci secara diagonal. Jika angka itu akurat, maka ukurannya mendekati layar Mac. Sebagai perbandingan, lini desktop Apple seperti iMac pernah hadir dengan layar 21 inci. Artinya, ketika dibuka penuh, iPad Fold ini akan terasa lebih seperti workstation portabel ketimbang tablet santai untuk menonton serial.

Namun laporan terbaru tidak secara spesifik menyebut ukuran layar, hanya menggambarkannya sebagai “gigantic” dengan layar sebesar Mac. Satu-satunya alasan perangkat ini tetap dianggap portabel adalah karena dapat dilipat menjadi ukuran lebih kecil saat tidak digunakan.

Masalahnya, pengembangan perangkat ini dikabarkan menemui sejumlah hambatan desain. Salah satunya menyangkut aspek praktis, termasuk bagaimana pengguna akan mengetik dengan nyaman di layar sebesar itu.

Tantangan ergonomi dan struktur engsel disebut menjadi faktor yang memperlambat proyek. Bahkan, ada kemungkinan hambatan tersebut tidak bisa sepenuhnya diatasi, yang berarti Apple dapat memilih menghentikan pengembangannya.

Menariknya, meski memiliki layar sekelas Mac, perangkat ini disebut tidak akan menjalankan macOS. Ia tetap akan menggunakan iPadOS, dan tidak diposisikan sebagai perangkat hibrida antara iPad dan Mac. Dengan kata lain, Apple tampaknya masih menjaga garis pemisah tegas antara dua ekosistem produknya, meskipun ukuran layar semakin mendekat.

Di luar iPad Fold versi raksasa, ada pula laporan terpisah yang menyebut Apple mempertimbangkan perangkat lipat dengan ukuran lebih kecil. Versi ini bisa saja menggantikan posisi iPad mini, dengan layar sekitar 7 atau 8 inci. Namun ukuran tersebut juga beririsan dengan rumor mengenai iPhone Fold, sehingga belum jelas apakah yang dimaksud adalah tablet lipat mini atau ponsel lipat berlayar besar.

Rumor soal perangkat lipat Apple sebenarnya sudah beredar selama bertahun-tahun. Sejak 2020, Apple bahkan telah mendapatkan paten terkait desain engsel untuk layar lipat. Fakta ini mengindikasikan bahwa eksplorasi teknologi lipat bukan sekadar wacana internal, melainkan riset yang sudah berjalan cukup lama.

Meski begitu, memiliki paten dan membawa produk ke pasar adalah dua hal berbeda. Apple dikenal tidak tergesa-gesa memasuki kategori baru sebelum merasa pengalaman pengguna benar-benar matang. Jika iPad Fold raksasa ini benar-benar ada, kemungkinan besar Apple ingin memastikan perangkat tersebut tidak sekadar besar dan bisa dilipat, tetapi juga masuk akal secara fungsional.

Dalam lanskap teknologi yang makin agresif dengan ponsel dan tablet lipat dari berbagai produsen, Apple tampaknya masih memilih pendekatan hati-hati. Dan di dunia Apple, “sedang dikembangkan” tidak selalu berarti “akan dirilis”. Kadang, proyek besar berakhir sebagai eksperimen mahal yang hanya hidup di laboratorium desain Cupertino.