YOGYAKARTA – Penipuan siber jadi kejahatan yang cukup sering terjadi. Tindakan ini bahkan menjadi ancaman global yang harus diwaspadai. Saat ini ada beberapa negara paling rawan penipuan siber. Untuk mendapatkan informasinya simak artikel berikut ini.
Negara Paling Rawan Penipuan Digital
Dilansir dari Analytics Insight, di tahun 2025 beberapa negara justru mendapat reputasi sebagai markas penipuan online tingkat dunia. Berikut ini beberapa negara yang dimaksud.
- Nigeria
Nigeria jadi negara paling atas sebagai sumber penipuan lewat internet. Aksi penipuan yang dilancarkan para pelaku di Nigeria cukup beragam seperti love scam, penipuan program pendanaan palsu, penipuan investasi, dan masih banyak lagi.
Meski marak terjadi, pemerintah setempat bukan berarti tidak melakukan upaya pembersihan. Nigeria dikabarkan mencoba menghentikan tindak penipuan dengan memperketat aturan melalui UU Kejahatan Siber namun tetap saja sulit dibendung.
- Rusia
Kejahatan siber termasuk penipuan yang dilancarkan dari Rusia dianggap sangat canggih. Para penipu ini bahkan benar-benar menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat meyakinkan mulai dari email, nomor telepon, atau kanal lain demi meyakinkan korbannya. Di tahun 2025, kejahatan penipuan di Rusia masih saja sulit dibasmi karena para penipun dinilai telah menggunakan teknologi canggih.
BACA JUGA:
- China
Para penipu yang ada di China biasanya melancarkan aksinya dengan berpura-pura membuat toko online palsu. Tidak sampai situ, penipu juga memanfaatkan teknologi deepfake untuk memperdaya pengguna internet. Upaya pemerintah China untuk menghentikan penipuan juga terus dilakukan namun seringkali gagal.
- Amerika Serikat
Amerika Serikat memang dikenal sebagai negara dengan kemajuan pesat di bidang teknologi. Namun kondisi itu dibarengi pula dengan banyaknya penipuan di AS. Biasanya para penipu melancarkan aksinya dengan menawarkan identitas palsu, investasi bodong, dan sebagianya.
Para penipu di AS tak segan menggunakan sistem online demi menargetkan bisnis atau individu yang rentan.
- Ukraina
Seperti halnya Rusia, penipu yang bermarkas di Ukraina juga cukup lihai melancarkan aksinya. Para penipu akan membuat email palsu bahkan malware untuk melancarkan tipuannya. Biasanya pelaku kejahatan ini akan menargetkan negara Barat.
Itulah informasi terkait negara paling rawan penipuan siber. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.