JAKARTA - Otoritas keselamatan jalan raya Amerika Serikat membuka penyelidikan setelah sebuah kendaraan otonom Waymo menabrak seorang anak di dekat sekolah dasar di Santa Monica, California, pekan lalu, yang mengakibatkan luka ringan.
National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengatakan pada Kamis, 29 Januari, bahwa insiden tersebut terjadi pada 23 Januari, saat jam antar anak sekolah. Menurut keterangan badan tersebut, anak tersebut berlari menyeberang jalan dari belakang sebuah SUV yang parkir ganda menuju sekolah, lalu tertabrak kendaraan otonom Waymo milik Alphabet.
NHTSA menyebutkan bahwa saat kejadian terdapat anak-anak lain di sekitar lokasi, seorang petugas penyebrangan sekolah, serta beberapa kendaraan yang parkir ganda di area tersebut.
Waymo, dalam unggahan blog pada Kamis, menyatakan akan bekerja sama penuh dengan penyelidikan tersebut. Perusahaan mengatakan anak tersebut “tiba-tiba memasuki badan jalan dari balik SUV yang tinggi, bergerak langsung ke jalur kendaraan kami.”
Waymo menjelaskan bahwa kendaraan tanpa pengemudi itu langsung mendeteksi keberadaan anak tersebut begitu ia mulai muncul dari balik kendaraan yang berhenti, lalu melakukan pengereman keras.
BACA JUGA:
“Kendaraan mengurangi kecepatan dari sekitar 17 mil per jam menjadi di bawah 6 mil per jam sebelum terjadi kontak,” tulis Waymo.
NHTSA membuka evaluasi awal untuk menyelidiki apakah kendaraan otonom Waymo telah menerapkan kehati-hatian yang memadai, mengingat lokasinya berada di dekat sekolah dasar saat jam antar anak, serta adanya pejalan kaki anak-anak dan pengguna jalan rentan lainnya.
Badan tersebut juga menyatakan akan meninjau “perilaku yang direncanakan kendaraan di zona sekolah dan area sekitarnya, khususnya selama jam penjemputan dan pengantaran sekolah,” termasuk kepatuhan terhadap batas kecepatan yang berlaku. Selain itu, NHTSA akan menyelidiki respons Waymo setelah tabrakan terjadi.
Waymo menyebutkan bahwa simulasi komputer mereka menunjukkan bahwa pengemudi manusia yang sepenuhnya waspada dalam situasi yang sama kemungkinan tetap akan menabrak pejalan kaki tersebut dengan kecepatan sekitar 14 mil per jam.
Setelah insiden tersebut, anak itu langsung berdiri, berjalan ke trotoar, dan Waymo segera menghubungi layanan darurat 911.
“Kendaraan tetap berhenti, kemudian menepi ke sisi jalan, dan berada di lokasi hingga aparat penegak hukum mengizinkan kendaraan meninggalkan tempat kejadian,” kata Waymo.
Pada hari yang sama dengan insiden tersebut, National Transportation Safety Board juga membuka penyelidikan terpisah terhadap Waymo, setelah robotaxi perusahaan itu dilaporkan secara ilegal melintasi bus sekolah yang sedang berhenti di Austin, Texas, setidaknya 19 kali sejak awal tahun ajaran.
Pada Desember lalu, Waymo menarik kembali lebih dari 3.000 kendaraan untuk memperbarui perangkat lunak yang menyebabkan kendaraan melaju melewati bus sekolah yang sedang menaikkan atau menurunkan siswa, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. NHTSA sendiri telah membuka penyelidikan atas insiden Waymo di sekitar bus sekolah sejak Oktober.
Waymo mengatakan tidak terjadi tabrakan dalam insiden-insiden di Austin tersebut. Namun, Austin Independent School District menyatakan bahwa lima pelanggaran terjadi pada November, bahkan setelah pembaruan perangkat lunak dilakukan. Distrik sekolah tersebut meminta Waymo menghentikan operasi di sekitar sekolah selama jam antar dan jemput siswa hingga perusahaan dapat memastikan kendaraan tidak melanggar hukum.
Pada Desember, distrik sekolah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Waymo menolak menghentikan operasinya di sekitar sekolah.