JAKARTA - Pasar aset kripto mencatat penguatan terbatas dalam 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC) naik 1,23 persen, dan diperdagangkan di level 88.300 dolar AS atau sekitar Rp1,47 miliar pada Rabu, 31 Desember pagi.
Menurut Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, sejak Oktober 2025, Bitcoin telah terkoreksi lebih dari 30 persen dari puncaknya di 126.000 dolar AS (Rp2,1 miliar) ke area 87.000 dolar AS (Rp1,45 miliar), yang dipicu aksi jual dari whale dan investor bermodal besar.
“Dalam beberapa pekan terakhir, BTC cenderung bergerak sideways di kisaran 85.000–90.000 dolar AS (Rp1,41 - Rp1,5 miliar), yang mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar,” kata Panji dalam penjelasannya.
BACA JUGA:
Panji menyoroti faktor makroekonomi global masih menjadi pemberat utama sentimen kripto. FOMC Minutes terbaru mengindikasikan The Fed cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama, dengan peluang pemangkasan dinilai kecil sebelum Maret 2026.
“Kondisi suku bunga tinggi dan likuiditas ketat masih menekan sentimen kripto,” jelasnya lebih lanjut.
Untuk perdagangan hari ini, Panji memperkirakan Bitcoin berpotensi bergerak di kisaran 88.000–94.000 dolar AS atau sekitar Rp1,46 - Rp1,56 miliar.