JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, di mana Ajaib mencatat Bitcoin turun 1,20 persen ke level 87.225 dolar AS atau sekitar Rp1,46 miliar.
Penurunan ini terjadi setelah BTC sempat menyentuh level 90.406 dolar AS (Rp1,51 miliar). Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset kripto turun 1,25 persen menjadi 2,92 triliun dolar AS.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menilai pergerakan Bitcoin menjelang penutupan tahun 2025 masih berada dalam fase konsolidasi.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025, kinerja Bitcoin secara year-to-date (YTD) tercatat melemah 6,90 persen, dengan pergerakan harga yang semakin menyempit di kisaran 87.000-90.000 dolar AS atau sekitar Rp1,45-Rp1,5 miliar saja.
Tokocrypto mencatat bahwa penurunan harga BTC hari ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung defensif.
BACA JUGA:
Investor dan trader tampak menunggu konfirmasi arah berikutnya, apakah Bitcoin mampu bertahan di atas area support psikologis 85.000 dolar AS (Rp1,42 miliar) atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam.
Dalam jangka pendek, pergerakan BTC kemungkinan akan tetap volatil, dipengaruhi oleh dinamika likuiditas global dan sentimen risiko pasar kripto secara keseluruhan.
“Bagi trader, kondisi ini membuka peluang dari volatilitas harga, sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi dapat menjadi periode observasi strategis sebelum mengambil keputusan lanjutan,” tegas Tokocrypto.