Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menunjukkan kemampuan tracking teknologi antariksa melalui Peluncuran roket LVM3-M6 milik Badan Riset Antariksa India (ISRO).

Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah bagi BRIN karena ini merupakan kali pertama Indonesia terlibat dalam pelacakan misi antariksa negara lain. Negara tersebut memberikan dukungan teknis ini melalui Stasiun Bumi BRIN di Bogor.

Kolaborasi antara BRIN dan ISRO ini melibatkan Pusat Riset Teknologi Satelit (PRTS) untuk memastikan data peluncuran tertangkap dengan akurat. Kepala PRTS BRIN, Wahyudi Hasbi, menyatakan bahwa prestasi ini membuktikan kesiapan infrastruktur antariksa nasional di mata dunia.

“Ini menjadi kebanggaan bagi BRIN karena untuk pertama kalinya mampu melakukan proses tracking peluncuran roket dan satelit ISRO,” ujar Wahyudi dalam sebuah keterangan, dilansir pada Selasa, 30 Desember. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keantariksaan global di masa depan.

Keberhasilan misi ini juga mencerminkan tingginya kepercayaan negara lain terhadap kompetensi antariksa nasional. Stasiun Bumi di Bogor terbukti mampu mengimbangi standar teknologi tinggi yang ditetapkan oleh ISRO selama proses peluncuran berlangsung.

Kemampuan ini telah diapresiasi langsung oleh Director Telemetry, Tracking, and Command Network (ISTRAC) A. K. Anil Kuma, bagian dari ISRO. Menurutnya, keikutsertaan BRIN dalam peluncuran ini berhasil menyukseskan misi LVM3-M6.

Ke depannya, BRIN berharap kolaborasi ini akan membuka jalan bagi riset kolaboratif dalam pengembangan teknologi satelit yang lebih canggih. Sejalan dengan hal ini, BRIN akan fokus pada penguatan infrastruktur riset nasional.