JAKARTA - Proses pemulihan jaringan telekomunikasi BTS pascabencana di Aceh Tamiang sudah berjalan. Saat ini, warga bisa menghubungi keluarga dan kembali beraktivitas, serta penyaluran bantuan lebih lancar.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa proses pemulihan layanan publik dan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak, ditargetkan hingga akhir 2025.
“Karena itu, hari ini kami bersama mitra hadir untuk memastikan bahwa tugas kita masing-masing bisa berjalan maksimal. Pulih sebelum tahun berganti," kata Meutya dalam siaran resminya.
Menkomdigi bersama perwakilan operator seluler dari Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSMART juga meninjau langsung ke menara (site) BTS terdampak untuk memastikan pemulihan terus berlangsung di lapangan.
BACA JUGA:
Meutya juga turut mengapresiasi perkembangan pemulihan telekomunikasi di Aceh Tamiang yang dampaknya langsung dirasakan warga.
"Tadi kami melihat warga juga sudah bisa video call, sudah bisa menikmati membaca-baca berita karena informasi menjadi penting juga dalam pemulihan bencana. Jadi mudah-mudahan jaringan seluler bisa stabil terus sampai tahun depan dan seterusnya," ungkap Meutya.
Bagi warga Aceh Tamiang, pulihnya BTS bukan sekadar soal tersedianya sarana komunikasi, melainkan juga menjadi penanda awal pemulihan kehidupan setelah bencana.