Bagikan:

JAKARTA – Primacom, penyedia solusi komunikasi, tidak ingin terburu-buru dalam menghadirkan teknologi Direct to Cell Starlink jika sudah hadir di Indonesia. Mereka akan menunggu kejelasan regulasi.

Untuk saat ini, teknologi Direct to Cell Starlink masih dalam tahap uji coba di Amerika Serikat. Primacom mengaku masih memantau stabilitas teknologi tersebut sambil menunggu teknologinya diperluas ke lebih banyak wilayah.

Selain menunggu stabilitasnya, Primacom juga menunggu regulasi pemerintah. Perusahaan tersebut mengaku akan selalu patuh terhadap hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini akan menjadi prioritas utama bagi Primacom.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa adopsi Direct to Cell tidak akan bisa dilakukan jika pemerintah belum memberikan lampu hijau. Mereka berkomitmen untuk selalu mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Direct to Cell memang masih dikaji pemerintah. Jadi, walaupun secara teknologi ini bisa, secara regulasi mungkin pemerintah punya banyak pertimbangan," ujar Andy Liminata, Assistant Vice President Product Support Department Primacom, pada Jumat, 19 Desember.

Dari sisi stabilitas jaringan internetnya, Primacom juga mengaku berhati-hati dalam menghadirkan Direct to Cell di Indonesia. Meski Starlink sudah memiliki nama yang cukup besar, pihak perusahaan perlu menjaga reputasi yang dibangun selama beberapa tahun terakhir.

Jika layanan yang dibawa belum stabil, hal tersebut dianggap sangat berisiko bagi citra perusahaan di masa depan. Primacom tidak ingin pelanggan merasa kecewa akibat performa layanan yang tidak konsisten.

Pada dasarnya, setiap produk Starlink yang akan didistribusikan di Indonesia telah melalui proses pengecekan kualitas yang ketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan solusi yang ditawarkan sudah sejalan dengan apa yang ditawarkan SpaceX.

Hingga saat ini, Primacom masih menunggu kabar resmi mengenai kapan Starlink akan merilis fitur Direct to Cell. Kerangka regulasi dari fitur ini juga diharapkan akan dikeluarkan sebelum teknologinya resmi didistribusikan.