Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Rusia semakin serius mempertimbangkan pemblokiran total terhadap seluruh layanan Google. Wacana ini menguat seiring upaya Moskow memperketat kendali atas ruang digital nasional, dengan alasan keamanan data dan kedaulatan informasi.

Anggota parlemen Rusia, Andrei Svintsov, menyatakan banyak layanan Google berpotensi diblokir karena data pengguna Rusia disimpan di luar negeri. Menurutnya, praktik tersebut dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional dan perekonomian Rusia, sekaligus membuka peluang pemantauan asing terhadap perusahaan domestik dan risiko sanksi di masa depan.

Ketegangan antara pemerintah Rusia dan raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu bukan hal baru, namun pernyataan Svintsov menandai eskalasi terbaru. Ia sebelumnya juga mengkritik berbagai platform milik Google, bahkan menyebut layanan konferensi video seperti Google Meet tidak tertutup kemungkinan ikut diblokir, terutama setelah adanya gangguan layanan baru-baru ini.

Pemerintah Rusia menuntut perusahaan teknologi asing untuk menyimpan data warga Rusia di dalam negeri. Penyimpanan data di luar wilayah nasional dinilai tidak bisa ditoleransi. Sikap ini sejalan dengan kebijakan lama Moskow yang mendorong apa yang mereka sebut sebagai “kedaulatan digital”.

Dorongan tersebut diperkuat dengan pengajuan rancangan undang-undang baru di parlemen Rusia yang bertujuan memperketat aturan transfer data pribadi ke luar negeri. Sejumlah anggota parlemen menyebut pendekatan ini sebagai tekanan bertahap atau soft squeeze, yang secara tidak langsung mendorong perusahaan teknologi Amerika hengkang dari pasar Rusia.

Jika kebijakan ini diterapkan penuh, dampaknya akan memperdalam isolasi digital Rusia. Sejumlah platform populer Barat sebelumnya sudah diblokir, membuat warga harus mengandalkan VPN untuk mengakses layanan global.

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Rusia juga membatasi atau melarang akses ke Roblox, FaceTime, dan Snapchat, dengan alasan konten ekstremisme atau aktivitas yang dinilai membahayakan.

Ancaman serupa juga sempat diarahkan ke WhatsApp. Arah kebijakan pemerintah kini terlihat jelas: kontrol internal diperkuat, akses ke platform asing dipersempit, dan ruang digital semakin berada di bawah pengawasan negara.

Bagi Google, Rusia tampaknya bukan lagi sekadar pasar yang sulit, melainkan medan tarik-ulur geopolitik digital. Bagi warga Rusia, pilihan internet yang makin terbatas berpotensi menjadi harga yang harus dibayar di era internet versi “lokal saja, global nanti pakai VPN”.