YOGYAKARTA - Penggunaan kendaraan listrik seperti motor dan mobil listrik dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkat. Namun, di balik keunggulannya yang ramah lingkungan, sebenarnya ada bahaya tersembunyi yang wajib diketahui, yaitu thermal runaway. Apa itu thermal runaway?
Fenomena ini berisiko menyebabkan kebakaran hingga ledakan pada baterai kendaraan listrik. Bagi Anda yang menggunakan mobil listrik, motor listrik, atau bahkan sepeda listrik, memahami risiko ini tentu sangat penting demi menjaga keselamatan.
Thermal runaway menjadi salah satu risiko terbesar dari baterai lithium-ion yang difungsikan pada kendaraan listrik. Ketika suhu baterai meningkat dan tidak terkendali, akan terjadi reaksi kimia berantai yang dapat memicu ledakan.
Hal ini tentunya berhubungan langsung dengan pengisian daya, korsleting, atau kerusakan fisik dalam sel-sel baterai. Sehingga, baterai dapat mengeluarkan asap, terbakar, bahkan meledak jika tidak segera diperbaiki.
Apa itu Thermal Runaway?
Dilansir dari laman Astra, thermal runaway adalah kondisi ketika baterai lithium-ion mengalami kenaikan suhu ekstrem yang tidak dapat dikendalikan. Proses ini umumnya dimulai dari satu sel baterai yang mengalami masalah, dan selanjutnya menyebar ke sel lainnya karena adanya reaksi berantai.
Kondisi ini dapat mengakibatkan panas ekstrem dan mengeluarkan asap hitam, sehingga sangat berbahaya jika terjadi pada motor dan mobil listrik yang tengah digunakan.
Kenaikan suhu baterai ini dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya arus listrik yang terlalu tinggi, listrik pada baterai yang tidak stabil, atau termal lingkungan yang terlalu panas.
BACA JUGA:
Apa Penyebab Thermal Runaway pada Kendaraan Listrik?
Ada beberapa faktor yang dapat memicu risiko thermal runaway pada kendaraan listrik. Di bawah ini adalah beberapa penyebab utamanya:
- Kerusakan Sel Baterai: Kebocoran sel baterai, retakan, atau cacat pada komponen misalnya elektroda, katoda, dan elektrolit dapat mengakibatkan ketidakstabilan dan memicu thermal runaway.
- Overcharging: Mengisi daya secara berlebihan atau overcharging di situ dapat menaikkan suhu internal baterai secara drastis. Jika pengisian tidak segera diberhentikan, hal ini dapat memicu reaksi kimia yang tidak terkendali.
- Malfungsi BMS (Battery Management System): Jika sistem manajemen baterai gagal membaca kondisi arus listrik atau suhu atau lingkungan sekitar, maka kendaraan tidak dapat merespons secara tepat. Ini dapat memicu risiko kebakaran.
- Kegagalan Sistem Pendingin: Untuk menjaga performa baterai, beberapa kendaraan listrik mengandalkan sistem pendingin. Jika sistem ini gagal, suhu internal akan meningkat dan berpotensi memicu kebakaran.
- Faktor Eksternal (Benturan, Suhu Tinggi): Benturan keras karena kecelakaan, paparan sinar matahari langsung, atau kondisi termal ekstrem dapat merusak sel baterai. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk berhati-hati dan hindari benturan keras yang dapat merusak struktur baterai.
Risiko thermal runaway tidak hanya terjadi dari dalam sistem, melainkan juga dipicu oleh lingkungan sekitar dan perlakuan pengguna terhadap baterai. Oleh sebab itu, sebaiknya pemilik kendaraan listrik selalu memantau dan memberikan perawatan baterai secara berkala.
Dampak Fatal Thermal Runaway: Kebakaran hingga Ledakan
Ketika baterai mengalami thermal runaway, prosesnya dapat terjadi sangat cepat. Listrik yang mengalami lonjakan, suhu yang meningkat, serta tekanan internal baterai yang naik bisa saja memicu kebakaran, bahkan ledakan.
Hal ini tentunya tidak hanya menimbulkan kerusakan pada kendaraan, tapi juga dapat mengancam jiwa. Beberapa insiden mencatat mobil listrik terbakar saat sedang diparkir atau ketika sedang mengisi daya.
Bau menyengat, indikator suhu yang tidak normal, atau munculnya asap dari bodi kendaraan harus benar-benar diwaspadai.
Fungsi Battery Management System (BMS)
Battery Management System (BMS) yaitu komponen vital dalam sistem baterai kendaraan listrik. BMS berfungsi untuk memantau arus listrik, suhu, dan tegangan tiap sel dalam baterai untuk mencegah overcharging dan overheating.
Dengan fungsi BMS, potensi risiko seperti kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin. Teknologi ini juga dapat mendeteksi kerusakan fisik atau benturan keras yang dapat merusak komponen baterai.
Dengan fungsi pencegahan yang krusial, BMS menjadi kunci dari keamanan baterai. Performa dan keamanan kendaraan listrik akan rentan terhadap gangguan tanpa fungsi BMS yang andal.
Itulah ulasan mengenai apa itu thermal runaway, penyebab, dan dampak fatalnya​. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.