JAKARTA – Spotify meluncurkan fitur baru untuk para pengguna yang ingin mengendalikan pengalaman mendengarkan mereka. Fitur yang disebut Prompted Playlist ini dapat mengubah algoritma lewat kata-kata.
Inovasi ini memberikan pengalaman baru yang begitu unik. Pengguna dapat mengarahkan langsung algoritma Spotify mereka tanpa perlu mendengarkan lagu atau daftar putar yang sama berulang kali.
Fitur ini baru diuji coba dalam versi beta untuk pelanggan Premium di Selandia Baru mulai Kamis, 11 Desember. Pengguna bisa mengarahkan atau membentuk rekomendasi Spotify hanya dengan membuat prompt.
Untuk saat ini, Prompted Playlist hanya mendukung bahasa Inggris. Spotify tidak menjelaskan apakah mereka akan memperluas uji cobanya dalam waktu dekat dan kapan versi stabilnya akan dirilis. Platform tersebut juga tidak mengungkapkan rencana perluasan bahasanya.
Melalui fitur Prompted Playlist, pengguna dapat menjelaskan jenis musik yang ingin mereka dengar dan menetapkan aturan untuk daftar putar pribadi. Fitur ini memanfaatkan seluruh riwayat mendengarkan pengguna, tidak hanya selera saat ini.
BACA JUGA:
Algoritma yang tepat ini bisa didapatkan dengan memberikan perintah yang spesifik dan berlapis. Misalnya, pengguna bisa meminta 'musik pop dan hip-hop berenergi tinggi untuk lari 5K selama 30 menit'. Pengguna bisa menyertakan musik dari film atau serial favorit mereka.
Daftar putar yang dihasilkan dapat disempurnakan dengan mengedit perintah asli. Pengguna juga dapat memilih untuk memulai dari awal. Untuk setiap lagu, Spotify akan menyertakan deskripsi dan konteks yang menceritakan alasan rekomendasi tersebut.
Pengguna juga memiliki opsi untuk mengatur daftar putar agar diperbarui setiap hari atau setiap minggu. Jika pengguna kesulitan dalam mengatur algoritma akunnya, mereka bisa menekan tombol 'Ide' yang disediakan Spotify sebagai bantuan.