Bagikan:

JAKARTA – Platform streaming musik Spotify meluncurkan fitur baru bernama Taste Profile yang dirancang untuk memberi pengguna kontrol lebih besar terhadap sistem rekomendasi musik di dalam aplikasi.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna secara langsung memberi tahu algoritma Spotify mengenai jenis musik, podcast, atau konten audio yang ingin mereka dengarkan. Dengan begitu, sistem rekomendasi tidak hanya bergantung pada riwayat pemutaran, tetapi juga preferensi yang dimasukkan secara manual oleh pengguna.

Dalam pembaruan ini, pengguna dapat mengakses menu Taste Profile melalui sidebar aplikasi. Di sana, mereka dapat mengedit preferensi musik dan kebiasaan mendengarkan yang mencerminkan aktivitas sehari-hari. Spotify kemudian akan menyesuaikan rekomendasi di halaman utama berdasarkan informasi tersebut.

Fitur tersebut menggabungkan berbagai sinyal dari aktivitas pengguna, termasuk musik, podcast, audiobook, serta pola kebiasaan mendengarkan sepanjang hari. Misalnya, jika pengguna sedang mempersiapkan lomba maraton dan membutuhkan lagu dengan tempo cepat untuk latihan pagi, mereka dapat memberi sinyal itu kepada sistem agar algoritma memprioritaskan lagu-lagu dengan energi tinggi.

Pengguna juga dapat meminta lebih banyak atau lebih sedikit rekomendasi dari genre tertentu jika konten yang muncul dianggap kurang sesuai. Spotify menyebut masukan tersebut membantu algoritma menentukan konten mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang perlu dikurangi dalam rekomendasi.

Menurut perusahaan, pendekatan ini akan membuka dimensi baru dalam personalisasi, karena selera musik seseorang tidak selalu statis dan sering berubah tergantung suasana hati atau aktivitas harian.

Fitur Taste Profile saat ini masih dalam tahap uji coba atau beta. Spotify berencana mulai meluncurkannya kepada pelanggan Premium di Selandia Baru dalam beberapa minggu ke depan sebelum kemungkinan diperluas ke pasar lain.

Peluncuran ini juga melengkapi eksperimen terbaru Spotify lainnya, termasuk fitur Prompted Playlist yang memungkinkan pengguna memandu algoritma dalam membuat playlist berdasarkan riwayat mendengarkan atau suasana hati tertentu.

Langkah tersebut menandai upaya Spotify memperkuat sistem rekomendasi berbasis kecerdasan buatan, sekaligus memberi pengguna lebih banyak kendali terhadap bagaimana algoritma memahami selera musik mereka.