Bagikan:

JAKARTA - Nvidia sedang menguji teknologi verifikasi lokasi yang mampu mendeteksi di negara mana chip AI mereka beroperasi. Langkah ini muncul di tengah tekanan politik Amerika Serikat untuk mencegah chip kelas atas diselundupkan ke wilayah yang terkena pembatasan ekspor, khususnya China.

Teknologi tersebut belum dirilis dan baru ditunjukkan secara tertutup dalam beberapa bulan terakhir. Fitur ini akan hadir sebagai pembaruan perangkat lunak opsional yang dapat dipasang pelanggan, memanfaatkan kemampuan confidential computing di GPU Nvidia. Mekanismenya memanfaatkan jeda waktu komunikasi antara chip dan server Nvidia sebagai indikator lokasi, serupa dengan cara layanan internet mendeteksi asal koneksi.

Dalam pernyataannya, Nvidia menjelaskan bahwa mereka tengah membangun layanan perangkat lunak yang memungkinkan operator data center memantau kesehatan dan inventaris seluruh armada GPU AI mereka. Perangkat lunak itu memanfaatkan telemetry GPU—data internal soal performa dan keutuhan perangkat—untuk memastikan integritas dan pemantauan lokasi.

Fitur ini pertama kali akan tersedia di generasi chip terbaru Nvidia, Blackwell, yang memiliki kemampuan attestation lebih kuat dibanding Hopper dan Ampere. Namun, perusahaan juga sedang mempertimbangkan opsi untuk membawa fitur tersebut ke chip generasi sebelumnya.

Dorongan Amerika Serikat semakin keras setelah Departemen Kehakiman menindak jaringan penyelundupan yang terkait China, yang diduga berusaha memasukkan chip Nvidia senilai lebih dari 160 juta dolar ke wilayah terlarang. Washington ingin adanya sistem verifikasi lokasi agar AI GPU tak lagi lolos melalui jalur abu-abu.

Namun, respons Beijing juga cepat. Regulator keamanan siber China telah memanggil Nvidia untuk mempertanyakan apakah chip perusahaan itu mengandung "backdoor" yang memungkinkan AS mengakses sistem secara diam-diam.

Kekhawatiran serupa muncul lagi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan mengizinkan ekspor Nvidia H200 ke China, walaupun beberapa analis meragukan apakah Beijing akan mengizinkan pembelian chip itu di bawah kerangka regulasi yang ketat.

Nvidia menegaskan tidak ada backdoor di produk mereka. Para pakar perangkat lunak juga menilai bahwa teknologi verifikasi lokasi bisa dibangun tanpa melemahkan keamanan chip. Ketegangan geopolitik terlihat jelas di balik inovasi ini—GPU bukan lagi sekadar alat komputasi, tapi komoditas strategis dalam peta persaingan teknologi global yang semakin panas.