Bagikan:

JAKARTA – NVIDIA tengah membangun teknologi verifikasi lokasi yang canggih untuk GPU-nya. Kabarnya, teknologi ini dikembangkan untuk membantu melacak keberadaan chip-nya saat beroperasi. 

Fitur ini dirancang untuk mencegah penyelundupan chip kecerdasan buatan (AI) buatannya ke negara-negara yang dikenakan larangan ekspor AS. Melansir dari Reuters, fitur yang masih dalam tahap demonstrasi tertutup ini akan berbentuk perangkat lunak. 

"Kami sedang dalam proses mengimplementasikan layanan perangkat lunak baru yang memberdayakan operator pusat data untuk memonitor kesehatan dan inventaris seluruh armada GPU AI mereka," kata NVIDIA, dikutip pada Rabu, 10 Desember. 

Perangkat lunak yang dapat diinstal ini memanfaatkan kemampuan confidential computing dari Unit Pemrosesan Grafis (GPU) milik NVIDIA. Pada dasarnya, perangkat lunak ini memungkinkan pelanggan memantau kinerja komputasi keseluruhan chip di pusat data besar. 

NVIDIA menjelaskan bahwa sistem ini dapat memberikan gambaran lokasi yang setara dengan layanan berbasis internet lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi lokasi tanpa mengorbankan keamanan data atau produk.

NVIDIA menambahkan bahwa agen perangkat lunak yang dapat diinstal pelanggan ini memanfaatkan telemetri GPU untuk memantau kesehatan, integritas, dan inventaris armada. Fitur ini akan tersedia pertama kali pada chip Blackwell terbaru.

Fitur ini merupakan tanggapan terhadap desakan dari Gedung Putih dan anggota Kongres AS untuk memperketat upaya anti-penyelundupan. Namun, permintaan verifikasi lokasi ini juga menarik perhatian regulator keamanan siber di China. 

Mereka sempat memanggil NVIDIA untuk menanyakan apakah produk tersebut memiliki backdoor yang memungkinkan AS melewati fitur keamanan chip. NVIDIA dengan tegas membantah adanya backdoor pada chip buatannya.