JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen untuk mendukung Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dalam menggelar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, yang akan berlangsung pada 10-16 Desember, dengan puncak acara ada di tanggal 12.12.
"Kami semua berharap dan sudah dibuat mekanismenya sebagian besar akan merekrut atau mentransaksikan produk-produk dari UMKM lokal," kata Staf Khusus Menteri Komdigi Bidang Komunikasi dan Politik, Arnanto Nurprabowo, pada konferensi pers Selasa, 9 Desember.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto mengatakan, Harbolnas tahun ini akan akan difokuskan kepada UMKM, dengan 1.300 pelaku usaha digital dari semua platorm e-commerce akan ikut serta dalam program tahunan tersebut.
Pemerintah juga memastikan gelaran Harbolnas tahun ini tetap berlangsung dengan target transaksi mencapai Rp35 triliun, meski Indonesia tengah menghadapi situasi pascabencana di Aceh dan Sumatera.
"Kita masih optimistia (target Rp35 triliun) bahwa sebenarnya masih banyak promo-promo ini bisa menggairahkan dari penjualan produk lokal sendiri," jelas Hilmi kepada media.
BACA JUGA:
Ia juga menyebut UMKM di wilayah terdampak mungkin tidak bisa berjualan sementara waktu, ia percaya masyarakat di daerah lain tetap dapat berbelanja untuk membantu pemulihan mereka secara tidak langsung.
"Saya pikir dari pelaku UMKM sendiri meskipun di daerah terdampak sedang tidak bisa karena memang sedang dilakukan proses pemulihan, namun ada banyak juga sebenarnya masyarakat yang bisa tetap berbelanja" tambahnya.
Harbolnas 2025 diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal akhir, sekaligus meningkatkan nilai transaksi pelaku UMKM local di Indonesia.