JAKARTA – Qualcomm mengumumkan rencana pembuatan Central Processing Unit (CPU) pusat data pada Senin, 19 Mei. CPU ini akan dikembangkan menggunakan teknologi khusus dari NVIDIA.
"Dengan kemampuan untuk menghubungkan prosesor khusus kami ke arsitektur skala rak NVIDIA, kami memajukan visi bersama tentang komputasi hemat energi berkinerja tinggi ke pusat data," kata CEO Qualcomm Cristiano Amon, dikutip melalui Reuters.
Melalui pengumuman ini, Qualcomm ingin menunjukkan bahwa mereka akan kembali ke pasar CPU pusat data. Produsen Snapdragon itu telah mengembangkan CPU berbasis Arm pada tahun 2010-an dan diuji coba langsung pada platform milik Meta.
Namun, karena masalah pemotongan biaya dan tantangan hukum, Qualcomm harus berhenti mengembangkan CPU-nya. Setelah tim yang berisi mantan perancang chip Apple bekerja di Qualcomm, sepertinya perusahaan itu kembali termotivasi untuk membuat CPU pusat data.
BACA JUGA:
Rencana pembangunan ini sebenarnya sudah didiskusikan secara diam-diam sejak tahun 2021. Perusahaan itu pun telah berdiskusi dengan Meta mengenai CPU yang akan mereka kembangkan menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Bahkan, beberapa waktu lalu, Qualcom mengakui bahwa mereka telah mengantongi surat kesepahaman dengan perusahaan Kecerdasan Buatan (AI) di Arab Saudi, yakkni Humain. Perusahaan itu akan membantu Qualcomm dalam membuat CPU pusat data.
Belum banyak informasi mengenai CPU pusat data ini. Namun, Qualcomm menjelaskan bahwa chip mereka di masa depan akan menggunakan teknologi NVIDIA. Hal ini akan membantu mereka dalam berkomunikasi dengan GPU NVIDIA.