JAKARTA - Laporan regulator komunikasi Inggris, Ofcom, menunjukkan bagaimana YouTube terus mencuri perhatian publik Inggris pada 2025. Platform berbagi video milik Alphabet itu ditonton rata-rata 51 menit per hari oleh warga Inggris melalui smartphone, tablet, dan PC, menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat gravitasi baru dalam konsumsi media digital.
Temuan ini terangkum dalam laporan tahunan Online Nation 2025 yang mencatat bahwa orang dewasa di Inggris kini menghabiskan sekitar empat setengah jam sehari di internet, naik sepuluh menit dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam peta konsumsi digital itu, layanan Alphabet dan Meta disebut menguasai lebih dari separuh total waktu online masyarakat.
YouTube menjadi layanan Alphabet paling populer, menjangkau 94 persen pengguna internet dewasa pada Mei 2025, mengalahkan Google Search yang digunakan oleh 82 persen pengguna. Sementara itu, kombinasi Facebook dan Messenger tetap menjadi layanan Meta yang paling dominan dengan penetrasi 93 persen, disusul WhatsApp yang dipakai oleh 90 persen pengguna online.
BACA JUGA:
Perubahan pola konsumsi ini mempercepat pergeseran lanskap media di Inggris. Platform sosial dan video on-demand makin mendesak posisi penyiar tradisional. TV berbayar Sky, yang dimiliki Comcast, bahkan mengonfirmasi tengah dalam pembicaraan untuk membeli ITV, stasiun televisi komersial terbesar di Inggris, sebagai salah satu respon industri terhadap lonjakan dominasi digital.
Mantan ketua ITV, Peter Bazalgette, menilai regulator harus segera mendefinisikan ulang pasar iklan agar sesuai dengan realitas baru yang dipenuhi pemain digital raksasa seperti YouTube. Data Ofcom sebelumnya menunjukkan Google dan Meta menyerap sekitar 60 persen belanja iklan di Inggris pada 2024. YouTube bahkan tercatat sebagai layanan kedua yang paling banyak ditonton setelah BBC.
Perubahan ini menandai era baru media Inggris, ketika kekuatan pengaruh tidak lagi ditentukan oleh frekuensi dan kanal televisi, tetapi oleh algoritma dan platform yang berada dalam genggaman dua raksasa teknologi dunia.