JAKARTA – NASA telah memilih dua instrumen sains untuk ditempatkan di Bulan saat menjalani misi Artemis IV. Kedua instrumen tersebut adalah DUSTER untuk mengatasi debu dan SPSS untuk memantau meteorit.
Instrumen-instrumen tersebut akan dikirim ke wilayah kutub selatan Bulan oleh astronot yang bergabung dalam misi Artemis IV. Wilayah tersebut dipilih agar ilmuwan bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai lingkungan bulan.
Seluruh data yang dikumpulkan akan digunakan untuk mendukung eksplorasi NASA secara berkelanjutan di Bulan. Bahkan, jika memungkinkan, kedua instrumen ini akan digunakan untuk mendukung perjalanan berawak ke Mars.
"Semakin jauh umat manusia dari Bumi, semakin bergantung kita pada sains untuk melindungi dan mempertahankan kehidupan manusia di planet lain," ujar Administrator Asosiasi Direktorat Misi Sains NASA, Nicky Fox, dikutip dari situs resmi NASA pada Senin, 8 Desember.
DUSTER, kependekan dari DUst and plaSma environment surveyor, akan membantu astronot dalam memitigasi bahaya yang ditimbulkan debu Bulan. Hal ini perlu dijadikan perhatian karena debu Bulan bersifat abrasif dan menempel, tidak seperti di Bumi.
BACA JUGA:
DUSTER terdiri dari seperangkat instrumen yang akan dipasang pada penjelajah otonom kecil untuk mengkarakterisasi debu dan plasma di sekitar lokasi pendaratan. Pengukuran ini akan memajukan pemahaman tentang lingkungan debu dan plasma alami Bulan.
Instrumen kedua yang dipilih adalah SPSS, kependekan dari Stasiun Seismik Kutub Selatan. Data dari seismometer ini akan membantu para ilmuwan dalam mengkarakterisasi struktur interior Bulan sehingga proses geologisnya lebih mudah dipahami.
SPSS akan membantu menentukan laju tumbukan meteorit dan memantau lingkungan seismik secara langsung. Kru juga akan melakukan eksperimen sumber aktif menggunakan thumper untuk mensurvei struktur dangkal di sekitar lokasi pendaratan.