Bagikan:

JAKARTA - Apple kembali diterpa rumor mengenai perombakan jajaran eksekutifnya. Kali ini kabar tersebut menyasar salah satu tokoh paling penting dalam perjalanan teknologi perusahaan: Johny Srouji, Senior Vice President Hardware Technologies sekaligus arsitek utama chip Apple Silicon.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Srouji tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan perusahaan dalam waktu dekat, menambah deretan spekulasi mengenai stabilitas kepemimpinan Apple.

Bloomberg melaporkan bahwa Srouji telah memberi tahu CEO Apple, Tim Cook, mengenai niatnya untuk mundur. Ia disebut-sebut juga telah mengatakan kepada sejumlah koleganya bahwa ia berniat bergabung dengan perusahaan lain apabila benar-benar meninggalkan Apple, meskipun belum ada informasi mengenai perusahaan mana yang menjadi tujuannya. Saat dikonfirmasi, Apple menolak memberikan komentar.

Jika rumor tersebut benar, kepergian Srouji akan menjadi kehilangan besar bagi Apple. Sejak bergabung pada 2008, Srouji bertanggung jawab atas pengembangan chip kelas dunia yang menjadi tulang punggung perangkat Apple, termasuk transisi monumental dari prosesor Intel menuju Apple Silicon yang kini digunakan pada Mac dan sebagian besar perangkat perusahaan. Pengaruhnya begitu signifikan sehingga absennya Srouji diperkirakan dapat memengaruhi arah pengembangan chip Apple dalam beberapa generasi mendatang.

Namun, rumor ini juga dinilai janggal oleh sejumlah pengamat. Selain karena tidak adanya indikasi kuat maupun pernyataan resmi, laporan tersebut muncul berdekatan dengan serangkaian berita kepergian eksekutif Apple lainnya, yang memicu spekulasi liar tanpa dukungan fakta yang solid. Keraguan juga mencuat karena faktor usia: pada 61 tahun, Srouji dinilai lebih mungkin untuk bertahan hingga masa pensiunnya ketimbang memulai babak baru di perusahaan lain.

Spekulasi mengenai Srouji pun dianggap sebagai bagian dari tren pemberitaan hiperbolik yang tengah melanda Apple, terutama sejak diskusi mengenai siapa yang akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO semakin ramai. Berita-berita yang beredar telah menjadikan setiap rumor kecil sebagai pemantik opini, meskipun minim bukti konkret.

Rumor mengenai kepergian Srouji muncul bersamaan dengan sejumlah pengumuman resmi mengenai perubahan di jajaran manajemen Apple. Pada 1 Desember, Apple mengumumkan bahwa John Giannandrea, SVP Machine Learning and AI Strategy, akan pensiun dan digantikan oleh Amar Subramanya.

Giannandrea akan tetap berada di perusahaan hingga musim semi 2026. Tak lama setelah itu, Alan Dye—Wakil Presiden Human Interface Design yang telah bekerja di Apple hampir dua dekade—diumumkan akan bergabung dengan Meta sebagai Chief Design Officer per 31 Desember, dengan Steve Lemay mengambil alih posisinya di Apple.

Deretan berita tersebut ditambah lagi dengan kabar pensiunnya Lisa Jackson, VP Environment, Policy, and Social Initiatives, serta Kate Adams, penasihat hukum Apple sejak 2017. Keduanya disebutkan akan meninggalkan posisinya pada 2026.

Meskipun begitu, Apple tetap merupakan perusahaan raksasa dengan 164.000 karyawan di seluruh dunia. Pergeseran dalam struktur kepemimpinan, sekalipun signifikan, tetap merupakan bagian dari dinamika perusahaan sebesar Apple. Kepergian individu-individu berpengaruh dapat menimbulkan perubahan, tetapi perputaran talenta juga menjadi hal yang tidak terhindarkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Apple mengenai rumor tentang Johny Srouji. Namun bila benar ia hendak mundur, publik dapat mengharapkan pernyataan resmi mengingat betapa strategisnya posisi dan kontribusinya bagi perusahaan.