Bagikan:

JAKARTA - Apple dikabarkan akan meluncurkan headset Vision Pro generasi kedua pada akhir 2025, dengan chip M4 yang lebih cepat, desain lebih nyaman, dan integrasi AI yang lebih dalam. Meski model pertama menampilkan teknologi canggih, harga yang mahal dan ekosistem yang terbatas membuatnya kurang bersaing dengan produk pesaing seperti Meta, Samsung, dan Google.

Tahun lalu, Apple resmi memasuki kategori produk baru, yaitu headset, melalui Vision Pro. Namun, banyak yang menilai harga headset ini terlalu tinggi untuk pasar. Kini, Apple dikabarkan sedang mengembangkan Vision Pro generasi kedua yang mungkin dirilis pada akhir 2025.

Menurut laporan Bloomberg oleh Mark Gurman, Apple bersiap meluncurkan Vision Pro generasi kedua pada 2025. Headset baru ini dikabarkan akan menggunakan chipset M4 yang lebih mutakhir dan strap yang didesain ulang untuk mengatasi keluhan pengguna soal ketidaknyamanan pada leher dan kepala.

Apple juga disebut akan melakukan perubahan pada chip M4, termasuk menambahkan lebih dari 16 inti neural engine dibandingkan chip M2 yang digunakan saat ini. Ini akan membuat performanya dua kali lebih cepat daripada model pertama. Namun, laporan Gurman sedikit berbeda dengan analis Ming-Chi Kuo, yang sebelumnya menyebutkan bahwa Vision Pro generasi kedua mungkin akan menggunakan chip M5.

Meski begitu, kedua analis sepakat bahwa headset ini akan diluncurkan pada akhir tahun. Laporan Gurman juga menyebutkan bahwa Apple akan lebih fokus pada AI di Vision Pro generasi kedua. Hal ini sejalan dengan upaya Apple dalam mengintegrasikan Apple Intelligence ke seluruh produk dan layanannya. Namun, mengingat perkembangannya saat ini, belum jelas apakah penambahan AI akan memberikan dampak signifikan.

Keputusan Apple untuk masuk ke pasar headset mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya perusahaan ini hanya dikenal dengan Apple Watch dalam kategori wearable.

Apple mempromosikan Vision Pro dengan fitur dan fungsionalitas yang mengesankan. Sejauh ini, mayoritas ulasan memuji kemampuannya. Namun, kurangnya ekosistem yang matang dan harga yang tinggi membuat headset ini tidak ditujukan untuk pasar massal. Kabar sebelumnya menyebutkan bahwa Vision Pro generasi pertama lebih ditujukan untuk pengembang.

Perusahaan ini juga dikabarkan sedang mengembangkan beberapa model headset, bahkan mungkin kacamata pintar. Apple bukan satu-satunya yang berusaha masuk ke pasar headset. Samsung dan Google berupaya melalui Project Moohan dan Android XR, sementara Meta sudah mendominasi dengan produk Ray-Ban-nya. Jadi, Apple masih memiliki jalan panjang untuk bersaing.