Bagikan:

JAKARTA - Regulator di Eropa kembali memeriksa cara Apple menangani atribusi iklan, sebuah isu yang menempatkan perlindungan privasi dan persaingan pasar dalam satu kotak yang sama—kadang seperti dua kucing yang dipaksa berbagi mangkuk susu.

Perdebatan utamanya berputar pada batas antara hak Apple menjaga privasi pengguna dan potensi keuntungan berlebihan yang mungkin mereka dapatkan di bisnis iklan. Apple menjual iklan pencarian di App Store dan bergantung pada sistem pengukuran internal untuk memantau performa kampanye. Ketika Apple menjadi pembuat aturan sekaligus pemain dalam pasar yang sama, sejumlah pihak mempertanyakan fairness-nya.

Pemilik iPhone akan segera melihat layar persetujuan yang lebih rapi dan seragam setelah Apple menerapkan desain prompt terbaru. Tampilannya menggunakan template tunggal dengan bahasa yang konsisten, baik untuk aplikasi Apple maupun aplikasi pihak ketiga. Langkah ini diharapkan menghapus kesan bahwa Apple memberi dirinya sendiri perlakuan istimewa.

Pengembang aplikasi menyambut perubahan ini dengan harapan pengalaman pengguna menjadi lebih seimbang, walaupun efek nyata biasanya butuh waktu untuk terlihat. Sementara itu, kontrol pengguna terhadap sistem atribusi Apple tidak berubah. Apple menegaskan bahwa metode mereka tidak menggunakan pelacakan lintas aplikasi, sehingga tidak membutuhkan persetujuan eksplisit maupun pop-up tambahan.

Inilah titik yang sedang diperiksa regulator. Mereka ingin memastikan bahwa klaim Apple mengenai metode atribusi yang "bebas pelacakan" benar-benar sesuai kenyataan dan tidak diam-diam memberi keuntungan kompetitif bagi produk Apple dibanding penyedia iklan lain.

Bundeskartellamt, otoritas persaingan usaha Jerman, kini mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, termasuk penerbit, kelompok media, dan lembaga perlindungan data sebelum membuat keputusan akhir. Hasilnya sangat bergantung pada bagaimana prompt terbaru bekerja di lapangan dan apakah sistem atribusi Apple masih memicu kekhawatiran soal persaingan.

Perubahan Apple memang memperbaiki konsistensi proses persetujuan—isu yang lama dikeluhkan otoritas Eropa. Namun regulator tetap mencermati cara Apple mengukur performa iklan tanpa persetujuan pengguna, sebuah celah yang bisa menentukan apakah Apple hanya melindungi privasi atau sekaligus menjaga dominasinya di pasar iklan digital.

Dinamika ini menambah bab baru dalam perdebatan besar Eropa soal ekosistem teknologi raksasa. Bab berikutnya kemungkinan akan menyangkut seberapa jauh aturan privasi boleh ikut mendesain peta persaingan industri.