JAKARTA – SpaceX mencapai tonggak sejarah baru setelah mencapai misi orbit ke-500 dengan roket bekas atau daur ulang. Misi ini tercapai pada Senin, 17 November melalui peluncuran satelit Sentinel-6B.
Dalam peluncuran tersebut, satelit Sentinel-6B lepas landas di atas roket Falcon 9. Peluncuran sukses dilakukan dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg, California pada pukul 12:21 pagi EDT atau sekitar pukul 12.21 WIB.
Satelit ini penting dalam pemantauan iklim global. Selama berada di orbit, Sentinel-6B akan mencatat informasi permukaan laut secara akurat. Satelit tersebut akan melanjutkan pencatatan yang telah berlangsung selama hampir empat dekade.
"Sentinel-6B meningkat, memperpanjang hampir empat dekade catatan permukaan laut yang akurat dari luar angkasa," kata Juru Bicara NASA Derrol Nail selama siaran web peluncuran, dikutip dari Space.
Presiden dan Kepala Operasi SpaceX, Gwynne Shotwell, juga menyoroti pencapaian bersejarah ini. Dalam sebuah postingan, Shotwell mengatakan, "Selamat kepada tim SpaceX atas penyelesaian 500 misi dengan pendorong roket yang telah teruji terbang."
BACA JUGA:
Shotwell menambahkan bahwa penggunaan roket yang dapat digunakan kembali telah mewujudkan hal yang mustahil. Hal ini membuka jalan bagi peluncuran kargo dalam jumlah besar dan kehadiran manusia di Bulan dan Mars menggunakan Starship.
Sentinel-6B merupakan bagian dari program pengamatan Bumi Copernicus Uni Eropa. Satelit ini akan melanjutkan pekerjaan pendahulunya yang diluncurkan pada tahun 2020, Sentinel 6 Michael Frelich, dengan mengukur ketinggian permukaan laut di seluruh dunia.
Sementara satelit Sentinel-6B berhasil diluncurkan ke orbitnya, tahap pertama Falcon 9 kembali ke Vandenberg. Pendorong ini berhasil mendarat sekitar sembilan menit setelah lepas landas, menyelesaikan penerbangannya yang ketiga.